Artis Tersangkut Narkoba

Pihak Steve Emmanuel Minta Perkaranya Dibatalkan Demi Hukum

Keluarga terdakwa narkotika jenis kokain, aktor Steve Emmanuel (35) mengadakan jumpa pers di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4

Pihak Steve Emmanuel Minta Perkaranya Dibatalkan Demi Hukum
Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Karenina Sunny dan Jaswin Damanik mengadakan jumpa pers di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO

KEBAYORAN BARU, WARTAKOTALIVE.COM - Keluarga terdakwa narkotika jenis kokain, aktor Steve Emmanuel (35) mengadakan jumpa pers di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Jumpa pers yang dihadiri oleh keluarga Steve Emmanuel, yakni sang adik yang bernama Karenina Sunny.

Selain itu juga dihadiri pihak keluarga, Richard Clarpoth serta tim kuasa hukumnya, Jaswin Damanik dan tim.

Pertemuan itu pun untuk menanggapi poin-poin tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU), mengenai eksepsi atau nota pembelaan Steve Emmanuel dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (4/4/2019).

Kuasa hukum Steve Emmanuel, Jaswin Damanik dalam jumpa pers itu menjelaskan beberapa poin dalam menanggapi tanggapan JPU tersebut.

"Dalam eksepsi yang kami ajukan, kami ajukan bahwa PN Jakarta Barat tidak berwenang menjalani perkara Steve Emmanuel. Berdasarkan saksi keterangan JPU, semua alamatnya tidak berdasarkan KTP dalam penangkapan. Bahwa, setiap domisili harus yang berhak, sehingga seharusnya PN Jakarta Barat tidak berwenang, yang berhak adalah PN Jakarta Selatan," kata Jaswin Damanik.

Selain itu, Jaswin Damanik menilai kalau dakwaan hingga tanggapan JPU tidak cermat, untuk menanggapi eksepsi dari Steve Emmanuel yang dianggapnya hanya lah sebagai pengguna.

"Kedua, bahwa JPU tidak jelas dan tidak cermat dalam dakwaannya. Kenapa? Karena di dalam suatu peristiwa, di dalam hal contohnya Barang Bukti, barang bukti itu tidak sesuai dalam hal pemusnahan. Biasanya, pemusnahan di tingkat kepolisian," ucapnya.

"Nah, sementara, barbuknya sudah terbit di dakwaan dan dalam sidang 14 Maret pertama itu. Yang anehnya, dari penyidik kepada JPU, pemohon minta menyaksikan barbuk. Kami keberatan dan tidak menyetujui, barbuk bukan steve yang punya. Barbuk sudah dimusnahkan. Kalau belum lengkap, jpu bisa mengembalikan ke kepolisian" tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved