Pilpres 2019

Luhut Panjaitan Ungkap Jokowi Pernah Ragu Kuliah karena Ayahnya Cuma Sopir

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan percakapannya dengan Presiden Joko Widodo soal pendidikan.

Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan setelah menjalani pemeriksaan di Bawaslu, Jumat (2/11/2018). 

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan percakapannya dengan Presiden Joko Widodo soal pendidikan.

Awalnya, ia menanyakan mengapa Jokowi begitu ngotot terkait program pendidikan.

Ia menceritakan hal tersebut pada acara Silaturahmi Iriana Joko Widodo dengan Srikandi Nusantara Bersatu di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Minggu (7/4/2019).

Prabowo: Kita Harus Menang dengan Selisih di Atas 25 Persen, Kubu 01: Halusinasi

"Saya tanya ke Pak Presiden, 'Bapak kenapa, ngotot betul masalah pendidikan?' Dia bilang, 'Pak Luhut, keluarga saya itu datang dari keluarga sederhana, sangat sederhana.' Begitu ngomongnya," ungkap Luhut Binsar Panjaitan mengawali ceritanya.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, saat itu Jokowi melanjutkan ucapannya dengan mengatakan kepadanya bahwa ayahnya adalah seorang sopir dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Karena kedua profesi kedua orang tuanya itulah, beber Luhut Binsar Panjaitan, Jokowi pernah ragu meneruskan pendidikan ke tingkat universitas.

Prabowo Subianto: Negara Kita dalam Keadaan Tidak Sehat dalam Semua Ukuran

"Dulu kan ayah saya sopir. Ibu saya ibu rumah tangga, saya pernah ragu, Pak Luhut. Saya bisa atau tidak nanti masuk universitas. Alhamdulillah saya bisa masuk ke UGM," papar Luhut Binsar Panjaitan menirukan ucapan Jokowi.

Jokowi pun mengatakan kepadanya bahwa ia tidak ingin anak-anak di Indonesia merasakan keraguan yang sama dengannya, yakni ragu melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi karena tidak punya biaya.

"Saya tidak mau keraguan itu dirasakan sama anak-anak Indonesia, karena saya tahu bagaimana miskin. Orang tidak usah bicara sama saya soal kemiskinan," beber Luhut Binsar Panjaitan, masih menirukan ucapan Jokowi.

KPK Bilang Kebocoran Anggaran Negara 2 Ribu Triliun Lebih, Prabowo: Jadi Sekarang yang Benar Siapa?

"Orang tidak usah bicara sama saya soal kesederhanaan itu. Saya sudah lama mengalami semua itu. Jadi sekarang saya jadi presiden, saya tidak mau itu terjadi sama seluruh anak bangsa di Indonesia," sambungnya.

Karena itulah, menurut Luhut Binsar Panjaitan, Jokowi mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar.

"Makanya dikeluarkanlah Kartu Indonesia Pintar. Itu latar belakangnya. Jadi Kartu Indonesia Pintar itu kalau ada anak Indonesia di mana pun di Indonesia, dia tidak boleh berhenti sekolah karena tidak ada biaya," jelas Luhut Binsar Panjaitan.

Berdasarkan Laporan Intelijen, Dana Kampanye Sudah Ditarik Tunai Tiga Tahun Sebelum Pemilu

Setelah menyudahi ceritanya, ia pun sempat menyinggung pihak lain yang menurutnya hanya bicara soal pendidikan namun tidak jelas.

"Jadi siapa yang mikirin itu? Yang lain tidak jelas juga. Yang lain baru ngomong-ngomong katanya, katanya akeh," seloroh Luhut Binsar Panjaitan yang disambit tawa sejumlah hadirin.

Sebelumnya, Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan alasan dirinya mendukung Jokowi menjadi Presiden.

Honor Pelipat Suara di Bekasi Belum Dibayar, Satu Lembar Harganya Tak Sampai 100 Perak

Hal tersebut ia nyatakan dalam acara yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Menara Kadin, Jalan HR Rasunna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Menurut mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura itu, karakter kepemimpinan Jokowi jarang dimiliki orang lain.

Karakter tersebut, katanya, mau mendengarkan orang lain, sederhana, dan pekerja keras. Dan yang paling penting, menurutnya, selagi menjabat sebagai presiden, istri dan anak-anaknya tidak ada yang terlibat dalam bisnis pemerintah.

Prabowo Mengaku Ikut Sarankan Soeharto Mundur pada Mei 1998 Silam, Katanya karena Loyal dan Cinta

"Pak Jokowi itu menurut hemat saya, sangat mendengarkan. Dia mau challenge, dia mau belajar. Sekarang makin lama, makin pintar beliau," kata Luhut Binsar Panjaitan.

"Jadi presiden, dia enggak maling. Ya enggak ada bisnis lah di pemerintah, istrinya enggak, anak-anaknya enggak, pekerja keras. Masih humble seperti dulu, bajunya enggak ada yang berubah selama saya kenal," ungkap Luhut Binsar Panjaitan.

Lelaki kelahiran Toba Samosir 71 tahun lalu itu, mengaku mengenal Jokowi sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo.

PPATK Anggap Cara Bowo Sidik Pangarso Siapkan Dana Serangan Fajar Konvensional, Kayak Mau Lebaran

Luhut Binsar Panjaitan juga mengaku kenal dengan Prabowo Subianto. Namun, untuk dukungan  presiden, dirinya lebih memilih Jokowi.

"Saya kenal kedua capres ini. I know them very well. Justru saya lebih kenal Prabowo. Jadi saya bisa lihat the best for the country, siapa," ucapnya.

"Bukan berarti ini (Prabowo), bad, tidak juga. Tapi menurut saya Jokowi karakter yang sangat mumpuni. Jadi saya enggak kaget sih dia jadi presiden. Saya kenal waktu dia dari Wali Kota. Jadi Pak Jokowi ini menurut saya pemimpin yang patut dicontoh. Sempurna, tidak. Ya siapa kita di sini yang sempurna? Kan enggak ada," beber Luhut Binsar Panjaitan.

Pendukungnya di Batam Banyak yang Pingsan, Jokowi Beberapa Kali Hentikan Pidato

Sebelumnya, Luhut Binsar Panjaitan menilai Presiden Jokowi sosok yang lemah lembut namun tegas.

Luhut Binsar Panjaitan bahkan menyebut ketegasan Jokowi seperti jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD.

"Menurut saya, Pak Jokowi adalah orang yang lemah lembut tapi tegas. Setegas Jenderal Kopassus. Hanya saja beliau mengekspresikannya berbeda dengan cara saya mengekspresikannya. Itu saja," tulis Luhut Binsar Panjaitan di akun Facebook @luhutbinsar, Minggu (3/2/2019).

Rizieq Shihab Bakal Ditampilkan dalam Kampanye Terbuka Prabowo-Sandi di Stadion GBK

Luhut Binsar Panjaitan lantas mengakui bahwa dirinya merupakan sosok yang galak, seperti pengakuan mantan anak buahnya di Kopassus dahulu.

"Kami perwira Kopassus lebih takut Pak Luhut daripada sama Fretilin," begitulah kata Letjen Herindra, salah satu mantan anak buah saya yang menceritakan kisah saat dulu kami melaksanakan tugas operasi di Timor Timur (sekarang Timor Leste), yang dikutip Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut Binsar Panjaitan mengakui sampai sekarang masih galak. Meskipun, katanya, sekarang galaknya pakai ketawa, beda dengan dahulu yang tidak pakai ketawa.

Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas dan Lokasi Kantong Parkir Saat Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di SUGBK

Namun, alih-alih disebut galak, ia lebih suka memakai istilah tegas, konsisten, dan disiplin, tiga sikap yang menurutnya melekat dalam pribadinya sejak dahulu.

"Sikap tegas seperti itulah yang menyelamatkan nyawa saya dan anak-anak buah saya berkali-kali dari berbagai tugas operasi. Sebagai komandan, saya dulu termasuk yang paling sedikit kehilangan anak buah di medan perang," ungkapnya.

"Satu hal yang saya selalu tekankan pada para prajurit di bawah saya: lebih bagus kau mandi keringat di latihan daripada mandi darah di daerah operasi. Karena kalau sampai itu terjadi nanti, yang akan kehilangan kamu adalah keluargamu, anak istrimu," sambungnya.

Prabowo: 17 April Tolong Jaga TPS, Jangan Sampai Ada Hantu dan Tuyul Ikut Nyoblos

Prinsip yang juga dipegang teguh Luhut Binsar Panjaitan adalah kesetiaan. Itu mengapa ia tidak pernah akan mau mengkhianati atasan, teman, bawahan, apalagi NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Sumpah Prajurit.

Luhut Binsar Panjaitan kemudian membeberkan alasan mengapa para menteri di Kabinet Kerja mau mengikuti kepemimpinan Jokowi.

"Itu karena keteladanan beliau, di mana Pak Jokowi selalu memberikan contoh dalam bertindak, berpikir, dan bersikap, berdasarkan karakter yang sesuai kata dengan perbuatan. Itu adalah bagian dari revolusi mental," paparnya.

Prabowo: Saya Tidak Rela Jika Masih Ada Rakyat Tidak Makan

Contoh gampangnya, lanjut  Luhut Binsar Panjaitan, kalau presiden-nya bersih, tidak mencuri, mana berani menteri-menterinya mencuri?

"Tidak ada juga bisnis anak-anak dan istrinya yang terkait dengan pemerintah. Ini seperti yang selalu saya katakan ke mana-mana, kalau kau enggak mau orang maling, ya kau jangan maling dulu pertama," tegasnya.

Luhut Binsar Panjaitan juga melihat Jokowi masih sesederhana dulu waktu pertama kali ia kenal, tidak berubah.

"Saya belum pernah lihat ada perubahan kecuali makin pintar, makin arif, makin berani, dan makin tegas. Inilah kesaksian saya yang sudah sekitar 4,5 tahun ini bekerja bersama beliau di dalam pemerintahan," ungkapnya. (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved