Berita Jakarta

Jasad Ahmad Faisal yang Tenggelam di Kali Sunter Akhirnya Ditemukan

Ahmad Faisal yang tenggelam sejak Minggu (7/4) di Kali Sunter akhirnya ditemukan pada hari Senin (8/4)

Jasad Ahmad Faisal yang Tenggelam di Kali Sunter Akhirnya Ditemukan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Belasan personel gabungan dikerahkan untuk mencari seorang pria bernama Ahmad Faisal (19) yang tenggelam di Kali Sunter tepatnya di depan Pasar Ular, Koja, Jakarta Utara, Minggu (7/4/2019) malam. 

Proses pencarian seorang pria bernama Ahmad Faisal tenggelam di Kali Sunter tepatnya di depan Pasar Ular, Koja, Jakarta Utara, membuahkan hasil.

Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Jasad pria yang sehari-harinya menjadi pengamen itu ditemukan pada Senin (8/4) sekira pukul 11.55 WIB, setelah tenggelam berjam-jam sejak Minggu (7/4) pukul 21.30 WIB.

Jasad korban ditemukan oleh tim SAR gabungan menggunakan perahu karet.

Tenggelam dari Minggu Malam di Kali Sunter, Ahmad Faisal Masih Belum Ditemukan

Tubuh korban ditemukan setelah petugas menyodok-nyodok dasar kali dengan kayu dan menyentuh sesuatu di dasar kali.

Setelah dicek ternyata jasad korban dan petugas lalu mengangkutnya ke atas perahu karet.

Istri korban, Nur Alisah (18) mengatakan peristiwa tenggelamnya sang suami terjadi sekira pukul 21.30 WIB. Ketika itu, korban sedang duduk-duduk di pipa yang melintang di atas Kali Sunter.

Petugas mengevakuasi Ahmad Faisal (19), pengamen yang tenggelam di Kali Sunter, Koja, Jakarta Utara, Senin (8/4/2019)
Petugas mengevakuasi Ahmad Faisal (19), pengamen yang tenggelam di Kali Sunter, Koja, Jakarta Utara, Senin (8/4/2019) (Wartakotalive/Junianto Hamonangan)

“Saya lihat korban lagi duduk sendirian di tengah-tengah, terus saya panggil,” kata Alisah di lokasi Senin (8/4) pagi.

Alisah mengaku dirinya sempat memanggil suaminya itu sebanyak dua kali. Mendengar panggilan tersebut, korban sempat berdiri di atas pipa dan beranjak untuk menghampiri istrinya di bantaran kali.

“Panggilan kedua baru dia bangun, mulai jalan tapi jalannya linglung, kayak orang sempoyongan lah. Pas jalan ke pinggir tiba-tiba kepeleset,” kata Alisah.

Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke pinggir kali dengan menggunakan perahu karet dan kemudian dibawa menggunakan mobil untuk proses otopsi.

Proses evakuasi korban melibatkan personel gabungan seperti Basarnas, pemadam kebakaran, dan potensi SAR lainnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved