Kota Jakarta

Belasan Personel Gabungan Dikerahkan Cari Korban Tenggelam di Kali Sunter

Belasan Personel Gabungan Dikerahkan Cari Korban Tenggelam di Kali Sunter. Para penyelam juga disiapkan untuk mengantisipasi jika diperlukan.

Belasan Personel Gabungan Dikerahkan Cari Korban Tenggelam di Kali Sunter
Istimewa
ILUSTRASI Tenggelam akibat tergulung ombak 

Belasan Personel Gabungan Dikerahkan Cari Korban Tenggelam di Kali Sunter. Para penyelam juga disiapkan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu diperlukan.

BELASAN personel gabungan dikerahkan untuk mencari seorang pria bernama Ahmad Faisal (19) yang tenggelam di Kali Sunter tepatnya di depan Pasar Ular, Koja, Jakarta Utara, Minggu (7/4/2019) malam.

On Scene Commander Kantor SAR Jakarta, Rizky Dwianto mengatakan, belasan personel gabungan itu dibagi menjadi tiga grup.

Dua unit perahu karet juga dikerahkan untuk memudahkan proses pencarian korban.

“Di sini ada Tim SAR gabungan terdiri dari pemadam kebakaran ada 15 personel, Kansar Jakarta ada 7 personel, temen-temen potensi SAR juga terlibat dalam pencarian,” ucap Rizky, Senin (8/4/2019).

Bocornya Surat Internal SBY tentang Rapat Akbar, Ini Penjelasan Lengkap Partai Demokrat

UPDATE Kasus Pembunuhan Budi Hartono: Polisi Kantongi Identitas Pelaku dan Buru Teman Dekat Korban

Mobil Jenderal Polisi Kena Tilang Elektronik Lewat CCTV, Lalu Ini yang Dilakukannya

Proses pencarian korban dimulai sekitar pukul 08.00 WIB setelah sempat dihentikan dini hari tadi pada pukul 01.00 WIB.

Satu kru khusus melakukan pencarian manual dengan membuat barisan di kali kemudian disisir ke arah hilir.

“Kemudian untuk dua kru selanjutnya adalah kita menggunakan perahu karet pemadam kebakaran dan Basarnas itu akan melakukan penyisiran ke arah hilir sejauh dua kilometer,” katanya.

Pantauan di lokasi, ada dua perahu karet yang melakukan manuver di permukaan kali.

Manuver yang dilakukan yakni dengan berputar-putar di atas permukaan kali hingga membentuk pusaran arus.

Menurut Rizky, hal itu dilakukan agar arus air di dasar kali naik ke atas permukaan. D

engan begitu, diharapkan tubuh korban yang diduga kuat tertimbun lumpur di dasar kali bisa naik ke permukaan.

“Lumpur itu sangat dalam ketebalannya. Sehingga ketika korban masuk ke dalam lumpur tersebut untuk kemungkinan dia cepat untuk mengambang di permukaan air membutuhkan waktu yang cukup lama,” katanya.

Selain itu pihaknya sudah mempersiapkan para penyelam apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Hanya saja, sejauh ini proses evakuasi masih bisa dilakukan secara manual dan dengan perahu karet. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved