Pelintasan Liar Kereta Api Sepanjang Stasiun Duri dan Tanjung Priok Bakal Ditutup
Pelintasan liar kereta api di sepanjang jalur Stasiun Duri, Jakarta Barat dan Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara akan ditutup pada tahun 2019.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Pelintasan liar kereta api di sepanjang jalur Stasiun Duri, Jakarta Barat dan Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara akan ditutup pada tahun 2019.
Penutupan itu dilakukan untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan di pelintasan itu. Senior Manager Corporate Communication Daop 1 PT Kereta Api Indonesia (KAI), Eva Chairunissa, mengakui banyak pelintasan liar di Jakarta yang merupakan bagian dari wilayah Daop 1 PT KAI.
Oleh sebab itu, Eva mengatakan, sedang memprogramkan pada tahun 2019 akan ada 47 pelintasan liar yang diupayakan ditutup. Sehingga dapat mengurangi dampak kematian akibat kecelakaan.
“Salah satunya di sepanjang jalur Stasiun Duri dan Stasiun Tanjung Priok. Di situ sangat banyak (pelintasan liar),” kata Eva, Minggu (7/4/2019).
Eva menambahkan selama ini PT KAI bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah sering melakukan upaya penindakan berupa penutupan pelintasan liar. Hanya saja warga kembali membukanya hingga akhirnya bisa dilintasi motor dan mobil.
Selain itu PT KAI juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena dorongan untuk menutup perlintasan liar sudah mendesak demi memperlancar lalu lintas kereta api dan mengurangi angka kecelakaan.
“Karena ketika ada kejadian, efeknya menjadi domino. Salah satunya jadwal kereta yang menjadi terganggu,” ucapnya.
Bangun flyover
Kepala Seksi Perencanaan Pembangunan Simpang dan Jalan Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Sofi, mengatakan, akan membangun lima flyover pada tahun 2019 untuk mengurangi kecelakaan di perlintasan sebidang.
“Masih dalam proses lelang, rencananya tahun ini akan dibangun. Anggarannya Rp 250 miliar untuk pembangunan lima flyover,” kata Sofi.
Nantinya pada setiap lokasi pembangunan flyover, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah menganggarkan masing-masing sebesar Rp 50 miliar per lokasi. “Jadi totalnya ada sekitar Rp 250 miliar,” tuturnya.
Adapun lima lokasi yang akan dibangun flyover yakni di kawasan Senen, Jakarta Pusat; di dekat Kampus IISIP, Jakarta Selatan; kawasan Cakung, Jakarta Timur; kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan; dan kawasan Sunter Permai, Jakarta Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perlintasan-sebidang-di-dekat-stasiun-cakung-sering-menyebabkan-kemacetan.jpg)