Berita Video

VIDEO: Satpol PP DKI Bongkar Reklame di Titik-titik Strategis Karena Izinnya Kadaluarsa

Pembongkaran reklame berukuran 8 meter x 16 meter itu katanya dilakukan pada Jumat (5/4/2019) malam hingga Sabtu (6/4/2019)

Penertiban terbagi menjadi dua tahap, yakni tahap 1 yang meliputi 60 buah reklame tersebar di Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan S. Parman dan Jalan Rasuna Said. Penertiban pada Tahap 1, Satpol PP DKI Jakarta berhasil membongkar sebanyak 57 buah reklame.

Sedangkan penertiban Tahap 2 meliputi 60 buah reklame yang tersebar di Jalan Satrio, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gajahmada dan Jalan Hayam Wuruk. Pada penertiban tersebut Satpol PP DKI Jakarta telah membongkar sebanyak 49 reklame.

VIDEO: Suasana Persiapan Kampanye Akbar Prabowo Sandi, Akan Diisi Tausiyah

Penataan Kota

Seperti diketahui sebelumnya, rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercantik Ibu Kota tidak hanya sebatas penataan taman maupun area pedestrian, sejumlah jalan protokol pun akan dibebaskan dari reklame konvensional yang mengganggu pemandangan.

Rencana tersebut disampaikannya oleh Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syafrudin. Dirinya menyebutkan, reklame konvensional, yakni reklame yang menggunakan print outdoor sebagai media iklannya akan diganti menjadi videotron.

Rencana tersebut meliputi kawasan kendali ketat, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan S Parman, Jalan Prof Dr Satrio serta Sentra Niaga Kuningan, kawasan Harmoni, Kawasan Grogol dan Tomang.

Terkait hal tersebut, dirinya berharap Satpol PP DKI Jakarta serta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta dapat melakukan penertiban terhadap reklame konvensional yang habis ijinnya. Sehingga pembongkaran reklame dapat dilakukan.

Sebab, lanjutnya, sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Nomor 148 tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame, tidak diperbolehkan pemasangan reklame konvensional di kawasan kendali ketat.

"Jadi setelah dibongkar, harapannya agar beralih jadi led (videotron). Pergub Nomor 148 tahun 2017 juga mengatur estetika kota, bukan hanya penertiban ataupun penempatan reklame saja," jelasnya dihubungi pada Kamis (29/3/2019) malam. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved