Pilpres 2109

Prabowo Mengaku Ikut Sarankan Soeharto Mundur pada Mei 1998 Silam, Katanya karena Loyal dan Cinta

Prabowo Subianto mengaku menjadi salah satu orang yang menyarankan Soeharto mundur dari jabatan Presiden, pada Mei 1998 silam.

Prabowo Mengaku Ikut Sarankan Soeharto Mundur pada Mei 1998 Silam, Katanya karena Loyal dan Cinta
TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri acara silaturahmi dengan purnawirawan TNI-Polri dan relawan, di Gelanggang Olahraga Otista, Jakarta Timur, Sabtu (16/3/2019). 

CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku menjadi salah satu orang yang menyarankan Soeharto mundur dari jabatan Presiden, pada Mei 1998 silam.

Hal itu bukan karena ia tidak loyal, melainkan saking cintanya pada mertuanya tersebut.

"Waktu itu saya ikut menyarankan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri. Bukan saya enggak loyal pada Pak Harto, justru saya loyal dan cinta sama Pak Harto," ujar Prabowo Subianto dalam sambutannya di acara deklarasi dukungan Gerakan Elaborasi Rektor, Akademisi, dan Aktivis Kampus Indonesia (Geraaak) di Balai, Kartini, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Kronologi Penjambretan Maut di Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Satu Korban Terpental Masuk Got

Prabowo Subianto mengatakan, saat itu ia mendukung gerakan reformasi.

Dukungan tersebut ia berikan karena ia sadar Bangsa Indonesia saat itu dikelola secara salah oleh para elite. Pengelolaan yang salah itu yakni larinya kekayaan Indonesia ke luar negeri.

"Inti penyakit Bangsa Indonesia adalah bahwa kekayaan Bangsa Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Dan ini sudah terjadi puluhan tahun, dan ini harus kita akui sebagai kegagalan elite Indonesia," tuturnya.

Helm Sering Jatuh dari Flyover Ciputat, tapi Baru Kemarin Pemotornya Juga Ikut Terjun Bebas

"Ini bagian dari kegagalan saya karena saya dulu elite, elite tentara, dan saya berusaha memperbaiki elite dari dalam, makanya kami dukung gerakan reformasi," jelasnya.

Prabowo Subianto mengaku saat itu mendukung reformasi, meskipun penguasa rezimnya adalah mertuanya sendiri.

Saat itu, ia merasa harus harus mengambil keputusan, apakah membela keluarga atau membela bangsa Indonesia.

Bongkar Percakapan Bahas Keislaman Prabowo, Yusril Sebut Riziq Shihab Si Raja Bohong

"Pada saatnya saya harus ambil keputusan apakah membela keluarga atau membela suatu kesetiaan yang lebih tinggi dari sekadar kekeluargaan, yaitu setia pada bangsa dan rakyat Indonesia," tegasnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved