Pilpres 2019

Andi Arief Kaitkan Pemenang Pilpres 2019 dengan Gerhana Bulan dan Matahari, Apa Maksudnya?

POLITIKUS Partai Demokrat Andi Arief mengaitkan Pilpres 2019 dengan gerhana matahari dan bulan.

Andi Arief Kaitkan Pemenang Pilpres 2019 dengan Gerhana Bulan dan Matahari, Apa Maksudnya?
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Wasekjen DPP Partai Demokrat kembali mendatangi Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta guna melakukan konsultasi atas kasus yang menjeratnya, Selasa (12/3). 

"Kalau dipandang lama-lama Pak Jokowi mirip Soekarno #supayagakdihack," tulis Andi Arief lagi.

"China membangun peradaban hebat infrastruktur butuh 60 tahun setelah revolusi kebudayaan, Tapi Pak Jokowi cuma butuh 4,5 tahun hanya dengan mantra revolusi mental #supayagakdihack."

"Tim Propaganda Jokowi kualitasnya melampaui semua tim propaganda yang pernah ada dalam sejarah. BAHKAN, penulis tentang Propaganda dalam revoluai Rusia Lenin gak ada apa-apanya #supayagakdihack."

Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas dan Lokasi Kantong Parkir Saat Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di SUGBK

Andui Arief lantas memberikan saran agar akun media sosial tidak diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

"For All: Bluetooth di hp dan laptop jangan posisi ON," tulisnya.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean marah-marah di Twitter.

Prabowo: 17 April Tolong Jaga TPS, Jangan Sampai Ada Hantu dan Tuyul Ikut Nyoblos

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu marah-marah karena akun media sosialnya di-hack alias diretas.

"Semalam akun Twitter saya dihack. Sekarang Instagram dan Facebook saya yang dihack..!!
Cebong udah mau kalah kayak gini amat..!!" Tulisnya di akun Twitter @Ferdinand_Haean, Kamis (28/3/2019).

"JANGAN sampai saya bawa ke POLISI..!! SEGERA BALIKIN Instagram dan Facebook saya atau kalian RASAKAN..!!" sambungnya.

Prabowo: Saya Tidak Rela Jika Masih Ada Rakyat Tidak Makan

Belakangan diketahui, cuitan Ferdinand Hutahaean di atas ternyata juga ulah peretas, karena akun politikus Partai Demokrat tersebut kala itu masih dalam kondisi dibajak.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean angkat bicara mengenai hasil survei SMRC mengenai elektabilitas pasangan calon di Pemilu Presiden 2019.

Berdasarkan survei tersebut, elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandi terpaut 22,8 persen.

Uang Rp 8 Miliar akan Digunakan Bowo Sidik Pangarso untuk Serangan Fajar Pileg, Bukan Pilpres

Politikus Partai Demokrat tersebut mengatakan, saat ini pihaknya sangat sulit untuk mempercayai lembaga survei.

Karena, hasil survei yang dipublikasikan berbeda jauh dengan kondisi realita di lapangan yang ditangkap melalui survei internal.

"Bagi kami saat ini sangat sulit untuk mempercayai hasil survei, karena menurut kami hasil yang dirilis sangat jauh berbeda dengan realita di lapangan," ujar Ferdinand Hutahaean saat dihubungi, Senin (11/3/2019).

BREAKING NEWS: Jambret Beraksi di Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Satu Korban Meninggal Dunia

Menurutnya, bagaimana bisa dikatakan unggul jauh, sementara kampanye Prabowo-Sandi mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat?

Apalagi, katanya, bila lembaga survei tidak mengungkapkan siapa donatur risetnya itu.

"Nah, di situlah kami tidak bisa mempercayai hasil survei sekarang, terlebih apabila lembaga surveinya tidak merilis siapa yang membiayai survei tersebut, dan tidak membuka row datanya, karena ini sangat penting sekali," paparnya.

Korban Meninggal Tertimpa Pohon di Ragunan Peluk Erat Suami Sehari Sebelum Kejadian

Bagi kubu Prabowo-Sandi, hasil survei elektabilitas pasangan calon yang dilakukan oleh sejumlah lembaga, hanya sebagai bunga-bunga demokrasi.

Hasil riset yang dikemukan, menurutnya, bukan lagi fakta, melainkan opini.

"Jadi tidak masalah, biarkan saja, mau Jokowi dikasih 100% tidak masalah, kami kerja terus," ucapnya.

Malam Ini JPO Pasar Minggu Dibongkar, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

"Kami juga punya hasil survei sendiri, dan kami meyakini saat ini posisi elektabilitas antara Prabowo dengan Jokowi amatlah dekat menempel, dan belum bisa ditentukan siapa yang akan menang pilpres ini," sambungnya.

Berdasarkan survei internal BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengatakan perbedaan elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandi sangatlah tipis.

"Kita range-nya itu 41 Prabowo, 42 Jokowi, undecided 17%," bebernya. (*)

Penulis: Yaspen Martinus
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved