Berita Video

VIDEO: Sering Kebanjiran, Warga Cipinang Melayu Minta Jembatan Merah Dibangun Permanen

"Warga minta supaya jembatan bisa diganti jadi permanen, karena memang strukturnya kita buat rendah. Jadi begitu air (Kali Sunter) naik, jembatan past

Kerap kali kebanjiran hingga tidak dapat dilintasi, warga Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur minta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merenovasi jembatan merah.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua RW 03 Cipinang Melayu, Muchtar Usman. Alasannya karena apabila Kali Sunter meluap, jembatan yang menghubungkan wilayah RW 03 dengan RW 04 Cipinang Melayu itu diungkapkannya selalu tenggelam.

Akibatnya, warga kedua wilayah tidak dapat menyeberang dan harus berputar jauh melewati Jalan Kalimalang untuk berputar arah. Selain itu, kondisi kali sangat berbahaya lantaran banjir setinggi sekitar setengah meter juga disertai dengan arus deras.

VIDEO: Maudy Koesnaedi Siap Jika Tidak Laku Lagi Sebagai Aktris

"Warga minta supaya jembatan bisa diganti jadi permanen, karena memang strukturnya kita buat rendah. Jadi begitu air (Kali Sunter) naik, jembatan pasti tenggelam, warga sama sekali nggak bisa lewat," ungkapnya sembari menunjukkan batas air bila jembatan kebanjiran.

Atas hal tersebut, dirinya mewakili warga telah mengusulkan pembangunan jembatan lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Makasar. Permintaan warga pun katanya telah disetujui sejak tahun lalu, tetapi hingga kini belum kunjung dibangun.

VIDEO: Datang ke Cirebon, Jokowi Bilang Mau Buat Bulog Khusus Rotan

Dirinya pun mempertanyakan Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang memiliki kewenangan dalam pembangunan jembatan. Padahal diketahuinya, usulan pembangunan jembatan telah disampaikan warga langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika meninjau banjir pada beberapa hari lalu.

VIDEO: Raditya Dika Ceritakan Single Part 2, Kisah Anak Kosan Jomblo

"Warga sudah tanya ke pak lurah-pak camat, tapi katanya kewenangan ada di Dinas Bina Marga DKI. Kami juga bingung kenapa tidak dibangun, padahal usulan pembangunan jembatan sudah disampaikan ke pak gubernur, waktu beliau tinjau langsung pas banjir malam-malam," ungkapnya.

Pantauan Warta Kota di lokasi pada Jumat (5/4/2019), terdapat tiga buah jembatan besi yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Jembatan tersebut digunakan masyarakat untuk menyeberang, mulai dari pejalan kaki, Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga sepeda motor.

Melihat lebih dekat, jembatan yang telah dibangun sejak tahun 2001 itu terlihat sangat rendah, yakni sekitar satu meter dari permukaan Kali Sunter. Padahal, kondisi kali yang bermuara ke Kanal Banjir Timur (BKT) itu terlihat surut.

Menjejakkan kaki di atas jembatan, Warta Kota merasakan jembatan berguncang, khususnya ketika warga yang mengendarai sepeda motor melintas. Walau begitu, sejumlah anak-anak terlihat asik bermain ataupun berlarian di atas jembatan. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved