Breaking News:

KABAR TERBARU Berkas Kasus Joko Driyono Sudah Dikirim Polisi ke Kejaksaan

Bahkan penyidik sudah mengirimkan berkas kasus perusakan dan pencurian barang bukti tersebut ke Kejaksaan Agung sejak sekitar 10 hari lalu.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Penyidik Satgas Antimafia Bola ternyata telah rampung menyusun berkas kasus perusakan dan pencurian barang bukti dengan tersangka, eks PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Bahkan penyidik sudah mengirimkan berkas kasus perusakan dan pencurian barang bukti tersebut ke Kejaksaan Agung sejak sekitar 10 hari lalu.

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola yang juga Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono membenarkan, berkas kasus perusakan dan pencurian barang bukti tersebut sudah dikirim ke Kejaksaan Agung sejak sekitar 10 hari lalu. 

"Berkas perkara penghancuran barang bukti dengan tersangka Pak Jokdri sekitar 10 hari yang lalu sudah dikirim ke Kejaksaan. Dan kita masih menunggu keputusan jaksa apakah berkas sudah memenuhi syarat formil materiil atau belum," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/4/2019).

Tentunya kata Argo Yuwono kalau belum, pihaknya akan melengkapi kekurangannya.

Jika tidak atau dinyatakan sudah lengkap, maka pihaknya akan mempersiapkan pelimpahan tahap dua yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

"Jadi kami masih menunggu hasil pemeriksaan berkas oleh jaksa. Nanti kita lihat seperti apa kelengkapan atau kekurangannya," kata Argo Yuwono.

Argo Yuwono memastikan bahwa berkas perkara yang dilimpahkan adalah berkas terkait pencurian dan perusakan barang bukti terkait pengaturan skor bola, yang diotaki Joko Driyono.

"Untuk pengaturan skornya sendiri belum. Kita memfokuskan kasus ini dulu, kasus perusakan barang buktinya," kata Argo Yuwono.

Dalam kasus ini kata Argo Yuwono, Jokdri dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum, sebagaimana dalam Pasal 363 KUHP dan/atau pasal 265 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved