Histori

Angkatan Laut Inggris Terkuat Sempat Tantang Perang di Selat Sunda, Akhirnya Dibuat Malu Sama TNI

Dominasi Royal Navy di lautan membuat mereka sempat menantang angkatan perang Indonesia di Selat Sunda.

Angkatan Laut Inggris Terkuat Sempat Tantang Perang di Selat Sunda, Akhirnya Dibuat Malu Sama TNI
dok Sekretariat Kabinet
Presiden Jokowi dan PM Inggris David Cameron dalam pernyataan pers bersama, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7/2015) 

Harus diakui dominasi Royal Navy (AL Inggris) di lautan amat kuat sebelum era keemasan itu berakhir di abad 21 ini. Namun berakhir dengan kekuatan TNI karena nekat menyerang Indonesia

Dalam sejarahnya, Inggris-lah yang pertama kali mempunyai kapal perang modern di Eropa, HMS Dreadnought ketika negara-negara lain di sana masih berkutat menggunakan kapal berbahan kayu dan layar tiang tinggi.

Mempunyai angkatan laut kuat dan ditopang disiplin militer tinggi, koloni negeri Ratu Elizabeth amat banyak di dunia.

Dikutip dari Naval Power and Expeditionary Wars dan Wikipedia, dominasi Royal Navy di lautan itu membuat mereka sempat menantang angkatan perang Indonesia di Selat Sunda.

Momen Kapal TNI AL Seruduk Kapal Perang Malaysia Usai Dibuat Geram, Panik & Pilih Mundur

Pimpinan KKB Papua Egianus Kogoya: Siapa yang Bawa Pemilu di Wilayah Operasi kami, Dia Kami Tembak!

Penyebabnya tak lain lantaran digelorakannya Dwikora pada 3 Mei 1963 oleh Soekarno dan penyusupan para gerilyawan Indonesia ke Kalimantan Utara saat itu merupakan sinyalemen perang bagi Inggris.

Tak mau tinggal diam, pada 27 Agustus 1964 Inggris lantas melakukan 'Show of Force' dengan melayarkan kapal Induk HMS Victorious yang dikawal dua kapal destroyer dari Singapura menuju Australia melewati selat sunda tanpa izin.

Aksi ini lantas membuat Menlu RI saat itu, Soebandrio mencak-mencak marah karena aksi 'Slonong Boy' tak permisi armada Inggris di selat sunda.

Pihak Indonesia juga menilai hal ini sebagai aksi pancingan agar pihak AURI atau ALRI menyerang armada Inggris dan menjadi alasan Inggris untuk berperang dengan Indonesia, persis seperti insiden Teluk Tonkin Vietnam.

Lantas pada tanggal 2 September 1964, Soebandrio memberikan ultimatum keras ke armada Inggris pimpinan HMS Victorious jangan coba-coba lagi lewat selat sunda saat perjalanan kembali ke Singapura atau akan tanggung konsekuensinya.

Ucapan Soebandrio bukan isapan jempol belaka, setelah pernyataan keras itu dilontarkan, armada Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) langsung menggelar latihan militer skala besar di Selat Sunda untuk menunjukkan seriusnya ultimatum tersebut.

Halaman
123
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved