Tarif Transportasi Berbasis Aplikasi Diatur, Taksi Konvensional Bergairah Kembali

Tarif Transportasi Berbasis Aplikasi Diatur, Taksi Konvensional Bergairah Kembali.

Tarif Transportasi Berbasis Aplikasi Diatur, Taksi Konvensional Bergairah Kembali
Kompas.com/Garry Andrew
Ilustrasi ojek online 

Saat ini pengusaha taksi konvensional terus memperbaiki pelayanan untuk bisa mengimbangi penetrasi yang dilakukan taksi online.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Pemerintah terus melakukan penyempurnaan bagi penyelenggara transportasi berbasis aplikasi.

Melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 tahun 2018 yang mengatur roda empat dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 tahun 2019 yang mengatur roda dua.

Dengan aturan tersebut, nantinya baik taksi online maupun ojek online akan memiliki batas atas dan bawah untuk tarif per kilometer.

Gelar Brand Launching, Vizz Indonesia Targetkan Kuasai 60 Persen Pasar Powerbank

Rencananya, pemerintah akan memberlakukan efektif kedua peraturan itu pada Juni 2019.

Dengan kedua aturan ini, secara otomatis tarif angkutan berbasis online tidak lagi semurah dulu.

Ojek online akan menyesuaikan tarif batas bawah Rp 2.000 dan batas atas Rp 2.500 per kilometer dengan rentang biaya jasa minimal Rp 7.000 sampai Rp 10.000 sekali jalan.

Sedangkan untuk taksi online, rencananya diberlakukan batas bawah sebesar Rp 3.500 per kilometer dan batas atas Rp 6.000 per kilometer.

Harga Bitcoin Melonjak 15 Persen Menyentuh 5.000 Dollar AS, Tanggapan dari Analisis

Hal ini akan sedikit banyak akan memberikan angin segar bagi pengusaha taksi konvensional yang selama ini tergerus oleh online.

Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, mengatakan, bila aturan itu berlaku efektif maka bisnis taksi konvensional akan kembali mengembang.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved