Penganiayaan Pegawai KPK

Polisi Masih Dalami Dugaan Pencemaran Nama Baik Pemprov Papua Oleh Penyidik KPK

Penyelidik KPK sudah memvonis adanya tindak pidana korupsi dan suap yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Polisi Masih Dalami Dugaan Pencemaran Nama Baik Pemprov Papua Oleh Penyidik KPK
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Gubernur Papua Lukas Enembe usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). 

Polda Metro Jaya memastikan masih mendalami dan melakukan penyelidikan atas kasus dugaan pencemaran nama baik Pemprov Papua yang dilakukan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gilang Wicaksono.

Dugaan pencemaran nama baik sesuai UU ITE itu, diduga dilakukan sang pegawai KPK melalui grup media komunikasi aplikasi smarthphone.

Di grup itu, kuasa hukum Pemprov Papua menyebutkan bahwa penyelidik KPK sudah memvonis adanya tindak pidana korupsi dan suap yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe dan jajarannya tanpa ada bukti yang jelas.

"Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Penyidik masih mendalaminya sesua prosedur hukum," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/4/2019).

Pimpinan KKB Papua Egianus Kogoya: Siapa yang Bawa Pemilu di Wilayah Operasi kami, Dia Kami Tembak!

Pelaporan dugaan pencemaran nama baik ini dilakukan Pemprov Papua sebagai buntut dari kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilaporkan penyelidik KPK. "Jadi mereka saling lapor," kata Argo.

Dalam kasus dugaan penganiayaan penyelidik KPK, kata Argo pihaknya sudah menetapkan tersangka yakni Sekertaris Daerah (Sekda) Pemprov Papua Hery Dosinaen.

"Sementara dalam dugaan kasus pencemaran nama baik Pemprov Papua oleh KPK, masih dalam penyelidikan," kata Argo.

Bahas Soal Papua, Debat Panas Antara Mardani Ali dan Adian Napitupulu Bikin Kewalahan

Pelimpahan Berkas Kasus Penganiayaan Pegawai KPK, Tunggu Keterangan Saksi dari IDI

Karenanya untuk kasus dugaan penganiayaan kata Argo, penyidik sedang menyusun berkas perkara sekaligus berencana memeriksa saksi ahli pekan depan.

Saksi ahli yang diperiksa adalah dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait proses dalam pemvisuman dan perawatan luka yang dialami korban yakni pengawai KPK, Gilang Wicaksono.

"Jadi masih ada pemeriksaan saksi yang kemarin itu. Sebenarnya kita jadwalkan minggu ini saksi dari IDI diperiksa sebagai saksi ahli," kata Argo.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved