Breaking News:

Penembakan di Selandia Baru

Organisasi Muslim Selandia Baru Kembalikan Sumbangan Rp 28 M dari Pengusaha Cina

Kelompok muslim mengembalikan donasi dari Cina untuk korban penembakan di Masjid kawasan Christchurch

Penulis: Dian Anditya Mutiara
Editor: Dian Anditya Mutiara
instagram @opiniid
Organisasi muslim di Selandia Baru tolak sumbangan dari pengusaha Cina 

Surat itu dipelopori oleh Kanada dan ditandatangani oleh utusan Inggris, Prancis, dan Australia.

Pada saat itu, Ardern mengatakan Selandia Baru tidak perlu menandatangani surat itu karena dia telah menyampaikan keprihatinannya langsung kepada Perdana Menteri Li, dalam pertemuan bilateral di Singapura.

Khan mengatakan masalah apakah uang itu akan sampai ke rakyat Uighur, harus dikembalikan, juga merupakan pertanyaan yang relevan dan valid, terutama mengingat rezim politik China dan kurangnya kebebasan pers.

Tetapi penting untuk mencoba dan melakukan hal yang benar, dan menangani Islamophobia di mana-mana di dunia, bukan hanya di Selandia Baru.

Diskusi tentang bagaimana memastikan uang itu sampai ke komunitas Uighur di China akan menjadi pertanyaan bagi Federasi Internasional Teochew jika memutuskan untuk mengambil kembali uang itu, katanya.

Khan juga mencatat bahwa kelompok pemantau anti-Muslim Tell MAMA mengatakan jumlah kejahatan rasial yang dilaporkan di Inggris telah meningkat 593 persen, sejak serangan Christchurch.

"Kita bisa memikirkan diri kita sendiri, atau kita bisa menunjukkan kepemimpinan di sini," katanya.

Jaringan berencana untuk menerbitkan surat terbuka secara online, seperti sebuah petisi, sehingga orang-orang yang ingin mendukung ajakan bertindak jaringan dapat melakukannya.

Jaringan telah menerima pesan dari sekitar selusin orang yang ingin mencantumkan nama mereka pada surat itu. Surat itu akan tetap online selama beberapa minggu, dan jaringan berharap untuk melibatkan komunitas Muslim Christchurch.

Jaringan Kepemimpinan Khadija adalah jaringan perempuan Muslim, yang dimulai sekitar 18 bulan lalu, dan memiliki sekitar 2.000 anggota di seluruh Selandia Baru, Australia, dan Inggris.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved