Sutopo Tulis Kata-kata Bijak: Proses Kehidupan Adalah Hakikat, Hasil Akhir Hanya Syariat

Sutopo Purwo Nugroho menulis kata-kata bijak di Hari Isra Miraj, Rabu (3/4/2019).

Sutopo Tulis Kata-kata Bijak: Proses Kehidupan Adalah Hakikat, Hasil Akhir Hanya Syariat
Warta Kota/Henry Lopulalan
Kepala Bagian Humas serta Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat jumpa pers di Graha BNPB Jalan Pramuka, Jakarta Timur pada Selasa siang (5/12). 

KEPALA Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menulis kata-kata bijak di Hari Isra Miraj, Rabu (3/4/2019).

"Hidup dan mati ada dalam genggaman Illahi. Takdir adalah kepastian, tapi hidup harus tetap berjalan. Proses kehidupan adalah hakikat, sementara hasil akhir hanyalah syariat. Gusti Allah akan menilai ketulusan perjuangan manusia, bukan hasil akhirnya," tulisnya di akun Twitter @Sutopo_PN, sambil membagikan fotonya dirinya yang sedang menunggu di sebuah ruangan. 

"Kita harus tetap semangat," imbuhnya.

Di cuitan sebelumnya, Sutopo Purwo Nugroho membagikan fotonya bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Mencoba meniru gaya Pak Jenderal Andika Perkasa biar terlihat gagah dan perkasa. Coba tebak gagah mana?" tulisnya.

"Senang rasanya bisa bertemu dengan Pak Andika. Saya banyak belajar dari beliau. Beliau selalu terbaik saat pendidikan. Kita bisa banyak meneladaninya," sambungnya.

Sebelumnya, Sutopo Purwo Nugroho bernostalgia di bekas kampusnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sutopo Purwo Nugroho membagikan tempat favoritnya kala masih menuntut Ilmu Geografi di UGM, lalu menjadi lulusan terbaik pada 1993 silam.

"30 tahun lalu saya sering duduk sandaran di tiang ini. Belajar dan baca diktat di gedung Balairung UGM Yogyakarta," tulisnya di akun Twitter @Sutopo_PN, Minggu (31/3/2019), sambil membagikan fotonya yang sedang duduk bersandar di salah satu pilar kampus tersebut. 

KPK Temukan Cap Jempol di Amplop Serangan Fajar Bowo Sidik Pangarso, Tak Ada Nomor Urut Capres

"Rasanya senang sekali bisa menapak tilas mengenang sejarah kehidupan masa lalu. Kita kuliah tidak tahu kelak akan menjadi apa dan sampai kapan takdir menuntun kita," sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Yaspen Martinus
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved