Selama 2018, Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9 Persen

Pertumbuhan kredit 27,9 persen itu berada jauh di atas pertumbuhan rata-rata perbankan nasional yang tercatat sebesar 12,9 persen di tahun 2018

Selama 2018, Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9 Persen
dok. Bank DKI
Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Direktur Pelayanan dan Pengembangan Bisnis PT Transportasi Jakarta, Achmad Izzul Waro usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, disaksikan oleh Direktur Utama Bank DKI, Wahyu Widodo (kiri), dan Direktur Utama PT Transposrtasi Jakarta, Agung Wicaksana di Jakarta, Selasa (15/1). 

KINERJA keuangan Bank DKI menunjukkan tren yang positif selama tahun 2018. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit sebesar 27,9 persen dari semula sebesar Rp27,1 triliun di tahun 2017 menjadi sebesar Rp34,7 triliun pada akhir tahun 2018.

Pertumbuhan tersebut berada jauh di atas pertumbuhan rata-rata perbankan nasional yang tercatat sebesar 12,9 persen di tahun 2018.

“Pertumbuhan tersebut merupakan refleksi dari tema utama kebijakan strategis yang diusung Bank DKI di tahun 2018 yakni Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas,” ungkap Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Dalam pemaparan kinerja keuangan tahun 2018, Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo menyatakan, secara umum di tahun 2018 Bank DKI mampu mencatatkan pencapaian kinerja yang baik sesuai dengan yang diharapkan. “Hal tersebut tercermin pada realisasi penyaluran kredit yang melampaui target perseroan,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan terutama difokuskan kepada segmen Mikro yang meningkat cukup signifikan di tahun 2018 sebesar 49,7 persen.

Di tengah laju pertumbuhan kredit tersebut, lanjut dia, kualitas aset yang dimiliki juga dapat terjaga dengan baik, yang ditandai dengan perbaikan rasio Non-Performing Loan (NPL).

Rasio NPL gross dan NPL Nett di tahun 2018 masing-masing tercatat sebesar 2,7 persen dan 1,6 persen dari sebelumnya sebesar 3,8 persen dan 2,3 persen di tahun 2017.

“Pencapaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya perbaikan yang dilakukan di sepanjang tahun 2018,” imbuhnya.

Dalam kegiatan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), di sepanjang tahun 2018, Bank DKI lebih mengutamakan optimalisasi fungsi intermediasi dengan meningkatkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada titik yang optimal, sehingga menjaga tingkat profitabilitas Perseroan. Sigit menyebut, DPK per Desember 2018 tercatat sebesar Rp37,3 triliun yang didorong oleh pertumbuhan Tabungan sebesar 34,4 persen.

“Ke depannya, peningkatan dana murah baik tabungan dan giro akan terus menjadi fokus utama Bank DKI dalam melakukan aktivitas penghimpunan DPK,” tandas Sigit.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved