Ryamirzad Ajak Pemuda Sumsel Perangi Hoaks Jelang Pilpres dan Pileg

“Indonesia bukan negara agama, tapi negara yang manusianya beragama, berdasarkan Pancasila, yakni sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Ryamirzad Ajak Pemuda Sumsel Perangi Hoaks Jelang Pilpres dan Pileg
istimewa
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pemuda se Sumatera Selatan. 

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengajak pemuda Sumatera Selatan untuk melawan berita hoaks, dan radikalisme, serta mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 mendatang.

Hal itu diungkapkan Menhan saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pemuda se Sumatera Selatan di kediaman salah satu tokoh masyarakat, Muhammad Aminuddin, Jalan Bungaran Delapan Ulu No. 72 Kota Palembang, Senin (1/4/2019) malam.

VIDEO : Petugas Dinas SDA Melakukan Perbaikan Tanggul Yang Jebol di Jatipadang

Ryamizard mengaku saat ini pemerintah telah menjalin komunikasi dengan semua negara di dunia, untuk menghadapi ancaman teroris generasi ke 3 seperti ISIS.

“Salah satu contohnya adalah peristiwa pengeboman yang terjadi di Jawa Timur beberapa waktu lalu, yang menggunakan ibu-ibu dan anak-anak sebagai eksekutor,” ujarnya seperti dikutip dari keterangannya.

VIDEO: Ratna Sarumpaet Tidak Bertemu Saksi Nanik S Deyang Sebelum Sidang

Selain itu, lanjut Ryamizard, PKI yang telah melakukan pemberontakan sebanyak tiga kali di Indonesia, serta HTI/Khilafah yang tidak berlandaskan Pancasila, juga dinilai sebagai musuh bangsa Indonesia saat ini.

“Indonesia bukan negara agama, tapi negara yang manusianya beragama, berdasarkan Pancasila, yakni sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Menurutnya, para ulama memiliki tugas dan tanggung jawab yang penting di Indonesia. Yakni ikut melestarikan budaya bangsa Indonesia yang terkenal sopan santun dan ramah tamah, dan bukan marah-marah.

VIDEO: Istri Pasha Ungu Diputus Melanggar Aturan Kampanye, Tidak Ajukan Banding

“Soal politik boleh berbeda, tapi harus tetap bersilaturahmi, bukan terpecah belah. Dan ujung dari Bela Negara adalah Menjaga Pancasila,” ucap pria yang lahir di Kampung Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan ini.

Ia juga menegaskan, sebagai putera daerah Bumi Sriwijaya yang diangkat menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Joko Widodo, maka sudah menjadi tugas dan tanggungjawab untuk mensosialisasikan kerja-kerja yang sudah dilakukan oleh pemerintah.

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved