Breaking News:

Ujian Nasional Berbasis Komputer

Ini Catatan KPAI Terkait Jalannya UNBK SMA Hari Pertama

KPAI menilai secara umum penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA di hari pertama Senin (1/4/2019) berjalan lancar.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengunjungi SMP Maha Prajna, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (27/3/2019). 

"Justru sekolah yang harus bekerja keras mencari pinjaman komputer," kata dia.

Retno menjelaskan ketentuan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan di daerah diantaranya berbunyi sebagai berikut: 1. Biaya yang timbul dari pelaksanaan berbagi sumber daya menjadi tanggungjawab bersama antara satuan pendidikan yang menginduk dan satuan Pendidikan pelaksana UNBK, dengan mengacu pada ketentuan biaya yang berlaku dalam Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), atau kesepakatan bersama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; 2) Dinas Pendidikan sesuai kewenangannya wajib mencegah terjadinya komersialisasi dalam penerapan prinsip berbagi sumber daya.

Karennya kata Retno panitia UNBK di sekolah selain pusing harus mencari pinjaman kekurangan komputer, juga dipusingkan dengan pembiayaan akibat dari peminjaman tersebut yang sepenuhnya dibebankan kepada sekolah.

"Biaya angkut peminjaman dan mengembalikan kembali misalnya bisa mencapai Rp 1.500.000,- (satu juta limaratus ribu rupiah), namun tidak bisa dibayarkan dengan menggunakan dana BOS atau bantuan operasional sekolah.

"Kekurangan komputer dialami misalnya oleh SMA Negeri di kabupaten Bima. Dari kebutuhan 80 unit komputer, sekolah hanya memiliki 27 unit komputer, sisanya sebanyak 33 unit harus meminjam ke sekolah terdekat, yaitu ke salah satu SMP Negeri Monta sebanyak 25 unit, dan di SMP Negeri Parado sebanyak 18 unit, serta masih meminjam lagi 10 unit laptop ke para guru di SMA Negeri yang bersangkutan," katanya.

Kekurangan komputer kata Retno juga dialami salah satu SMAN di Gunung Sari, Lombok Tengah.

"Kebutuhan sebanyak 90 unit PC, sekolah hanya memiliki 58 unit. Sehingga kekurangan sebanyak 32 PC dan terpaksa pinjam ke SMKN terdekat di Batulayar," katanya.

Hal serupa kata Retno juga dialami oleh SMAN unggulan di Jakarta Utara.

Dengan jumlah siswa sebanyak 359 orang dengan UNBK terdiri atas 2 (dua) sesi, maka harus menggunakan 5 laboratorium komputer.

Dimana satu ruang terdiri atas 40 Komputer.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved