Terorisme

Bos Facebook Tidak Mau Jadi Kambing Hitam Soal Berseliwerannya Konten Negatif di Linimasa

Terorisme dan pembunuhan massal seperti terjadi di sebuah masjid oleh teroris di Selandia Baru sangat mencengangkan dunia.

Bos Facebook Tidak Mau Jadi Kambing Hitam Soal Berseliwerannya Konten Negatif di Linimasa
Facebook
Mark Zuckerberg tidak mau dipersalahkan atas maraknya penyalahgunaan Facebook. 

Konten negatif seperti siaran langsung bunuh diri, sadisme, hingga terorisme dan pembunuhan massal seperti terjadi di sebuah masjid oleh teroris di Selandia Baru sangat mencengangkan dunia.

Konten seperti itu merayapi linimasa khususnya media sosial, bahkan bisa dengan leluasa menyebar dan tidak terlupakan dari benak khalayak.

Konten negatif bahkan hoax dengan mudah menyusup dan memengaruhi banyak orang.

Abdul Aziz, Pahlawan yang Tantang dan Kejar Brenton Teroris Penembak Jamaah Masjid Selandia Baru

Ternyata Facebook Membuka Ratusan Juta Password Pengguna Facebook Selama Bertahun-tahun

Sebagaimana diungkap Kompas.com, bos Facebook, Mark Zuckerberg mengeluh bahwa mengendalikan konten negatif tidak bisa dilakukan perusahaan media sosial seorang diri.

Menurut dia, perlu ada campur tangan pemerintah yang lebih besar dalam pengawasan konten negatif yang mudah beredar dengan cepat di ranah maya.

Melalui sebuah surat terbuka, Mark Zuckerberg pun meminta adanya aturan baru dari pihak pemerintah negara-negara tempat Facebook beroperasi, menyangkut beberapa hal seperti peredaran konten berbahaya, integritas pemilu, privasi dan data portal.

"Pembuat undang-undang seringkali mengatakan kepada saya bahwa kami (Facebook) memiliki terlalu banyak kekuasaan melebihi perkataan, dan sejujurnya saya setuju," tulis Zuckerberg dalam surat terbukanya.

Dalam tulisan yang sama, Zuckerberg juga menyebut beberapa aturan yang telah dibuat jejaring sosialnya untuk meregulasi peredaran konten di antara para pengguna.

Salah satunya adalah pembentukan badan independen yang memungkinkan pengguna menggugat keputusan Facebook tentang posting yang diunggah maupun yang ditarik.

Menurut Mark Zuckerberg, regulasi-regulasi seperti yang ia bangun seharusnya juga berlaku untuk semua situs.

Halaman
123
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved