Ogah Disalahkan Setelah Pilpres, Admin Medsos Pasangan Nurhadi Aldo Nyatakan Berhenti

sangat beresiko bagi kami karna besarnya kemungkinan jika suatu saat akan datang berbagai macam tuduhan dari pihak yang mengalami kekalahan

Ogah Disalahkan Setelah Pilpres, Admin Medsos Pasangan Nurhadi Aldo Nyatakan Berhenti
Instagram
Admin medsos Nurhadi Aldo pamit 

Pasangan capres cawapres fiktif Nurhadi Aldo yang sempat heboh di media sosial diperkirakan tidak akan kembali mengunggah konten-konten lagi.

Admin media sosial yang mencapai setengah juta pengikut di Instagram itu menyatakan pamit undur diri.

Admin Instagram nurhadi_aldo menyatakan tidak mau dituduh menjadi penyebab kekalahan dalam Pilpres 2019 ini.

Setelah melalui berbagai macam pertimbangan dari berbagai sudut pandang, terutama dampak buruk pasca pemilu di Indonesia yang kondisinya semakin tidak kondusif dan sangat beresiko bagi kami karna besarnya kemungkinan jika suatu saat akan datang berbagai macam tuduhan dari pihak yang mengalami kekalahan dan menjadikan kami sebagai kambing hitam.
akhirnya kamipun memutuskan untuk berhenti mengelola semua platform akun nurhadi-aldo.

Kami juga ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas segala dukungan kalian selama ini, semoga kita semua dapat bertemu lagi di lain kssempatan. kami juga berharap suatu saat akan muncul dildo-dildo baru yang dapat meneruskan perjuangan kami. karna pada dasarnya harapan kami memakai nomor urut 10 adalah, agar kalian bisa ikut berada dibarisan kami dengan mengisi nomor urut 03,04,05,06 dan seterusnya.
Jangan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran, Panjang umur perlawanan!

SAMPAI JUMPA.

VIDEO: Ayu Ting Ting Berharap Balikan dengan Shaher Shekh

Sebelumnya, pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno menilai, hadirnya capres-cawapres fiktif Nurhadi-Aldo merupakan sindiran kepada pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam Pilpres 2019.

"Capres fiktif itu merupakan parodi politik yang narasinya menyindir dua kandidat yang model kampanyenya tak substansial, tautan opini enggak karuan, dan tak mendidik. Tak heran jika kutipan capres Dildo (Nurhadi-Aldo) itu berbentuk sindiran pedas. Bahkan, pesannya dibuat sengaja sulit dipahami publik," kata Adi saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (11/1/2019).

Capres Nurhadi dan Rosiana Silalahi di Kompas TV (Warta Kota/Alex Suban)
Capres Nurhadi dan Rosiana Silalahi di Kompas TV (Warta Kota/Alex Suban) (Warta Kota)

Selain itu, menurut Adi, capres-cawapres fiktif itu dapat dimaknai sebagai kejenuhan politik masyarakat. Hal itu karena dia melihat saat ini banyak pihak yang menghalalkan segala cara untuk menyerang lawan guna meningkatkan elektoral.

VIDEO: MRT Sudah Tidak Gratis, Penumpang Tetap Membeludak

"Capres fiktif itu bisa dimaknai sebagai kejenuhan politik rakyat, karena suasana pilpres yang tak konstruktif, mirip-mirip politik abad pertengahan yang menjadikan kelemahan lawan sebagai keuntungan utama elektoral, itu kan kacau, bukan jualan program unggulan tapi malah sibuk buka aib politik lawan," paparnya.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved