Breaking News:

Keamanan Jaringan

Butuh Waktu 3 Menit, Putra Aji Adhari Jebol Situs NASA dan Bobol Beberapa Situs Perbankan Nasional

Butuh Waktu Cuma 3 Menit, Putra Aji Adhari Jebol Situs NASA dan Bobol Beberapa Situs Perbankan Nasional

Editor:
TribunJakarta/Ega Alfreda
Putra Aji Adhari (15) bocah SMP asal Tangerang yang berhasil membobol situs NASA, Senin (1/4/2019). 

White hat hacker lebih dikenal sebagai bug hunter atau para ahli IT yang bisa menyusup ke situs apa pun tanpa izin.

Bahasa awamnya adalah hacker atau peretas, namun white hat hacker hanya melakukan penetration testing pada sebuah situs.

"Sebenernya enggak nge-hack, tapi penetration testing. Ngetes bagian mana yang ada bugnya dan ada celahnya untuk bisa disusupi. Nanti dari sana kita lapor ke NASA," terang Putra.

Penetration testing adalah mencoba masuk ke situs tertentu dan menemukan sebelah mana yang sekiranya bisa disusupi hacker jahat.

Sebagai white hat hacker, Putra memberitahu pihak NASA bahwa ada bug di situsnya sehingga rawan dimasuki hacker jahat.

"Jadi aku melakukan penetration testing ke situs NASA, nah bugnya impact-nya itu besar banget. Itu nama bugnya RCA (remote code execution) jadi dari URL itu aku bisa masukin komen linux langsung ke server. Nah itu impactnya aku bisa buat file gitu, pokoknya sudah masuk serverlah. Database juga bisa keliatan gitu," terang Putra.

Hebatnya, untuk dapat masuk ke situs perusahaan sohor nasional bahkan internasional, Putra hanya butuh waktu tiga menit.

Bahkan bisa kurang dari itu atau satu menit bila tingkat keamanan situs itu lemah.

Bila sudah berhasil membobol sebuah situs dan masuk ke databasenya, Putra sering melihat banyak nominal uang sampai miliaran.

"Kalau mau ambil mah bisa aja, tapi janganlah, enggak mau. Mending yang halal-halal saja," kata Putra.

Bill Gates penemu Microsoft Word dan Mark Elliot Zuckerberg sosok yang mempengaruhi motivasi Putra belajar IT.

Ia bercita-cita menjadi programmer seperti idolanya yang juga hacker asal Indonesia, yakni Jim Geovedi dan Kang Onno Purba.

"Kalau cita-cita mah ada pingin punya bisnis IT sendiri tapi. Tapi hobi kayak gini tetap dilakuin dan tetap belajar terus," ucap Putra.

Sang ibu Saanah mengaku tidak pernah membayangkan putra bungsunya mempunyai bakat langka dan gemilang.

Ia selalu mengingatkan Putra untuk selalu taat beribadah karena sudah diberikan bakat di atas rata-rata anak seumurannya.

"Kaget banget awalnya waktu diterangin karena saya kan tidak tahu apa-apa. Tapi saya selalu ingatkan kalau ada uang gitu jangan diambil, mending laporin saja. Syukur-syukur ada rewardnya nanti," kata Saanah. (tribunjakarta.com/Ega Alfreda)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved