Sutopo Bernostalgia di Balairung UGM, Lalu Minta Para Penyintas Kanker Selalu Semangat dan Ikhlas

Sutopo Purwo Nugroho bernostalgia di bekas kampusnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sutopo Bernostalgia di Balairung UGM, Lalu Minta Para Penyintas Kanker Selalu Semangat dan Ikhlas
Warta Kota/Henry Lopulalan
Kepala Bagian Humas serta Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat jumpa pers di Graha BNPB Jalan Pramuka, Jakarta Timur pada Selasa siang (5/12). 

KEPALA Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho bernostalgia di bekas kampusnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sutopo Purwo Nugroho membagikan tempat favoritnya kala masih menuntut Ilmu Geografi di UGM, lalu menjadi lulusan terbaik pada 1993 silam.

"30 tahun lalu saya sering duduk sandaran di tiang ini. Belajar dan baca diktat di gedung Balairung UGM Yogyakarta," tulisnya di akun Twitter @Sutopo_PN, Minggu (31/3/2019), sambil membagikan fotonya yang sedang duduk bersandar di salah satu pilar kampus tersebut. 

"Rasanya senang sekali bisa menapak tilas mengenang sejarah kehidupan masa lalu. Kita kuliah tidak tahu kelak akan menjadi apa dan sampai kapan takdir menuntun kita," sambungnya.

Sutopo Purwo Nugroho lantas memberikan semangat kepada para penderita kanker seperti dirinya, agar ikhlas dan suka cita menghadapi penyakit itu.

"Buat rekan penyintas kanker. Kita adalah cancer survivor tapi kita harus menjadi warrior. Kanker sungguh menyakitkan. Menyerang dan merusak tubuh kita. Tapi mari kita hadapi dengan ikhlas dan suka cita. Jangan menyerah. Tetap semangat, ikhtiar, sabar dan selalu berdoa," tulisnya, sambil membagikan foto dirinya yang sedang bergembira di tepi pantai, dengan tulisan Sutopo di pasir pantai.

Sebelumnya, Sutopo Purwo Nugroho menyoroti fenomena alam equinox yang kini terjadi. 

"Mengapa sinar matahari terasa terik? Ini karena adanya equinox yaitu fenomena astronomi di mana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung 2x dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September," tulis Sutopo Purwo Nugroho‏ di akun Twitter @Sutopo_PN, Selasa (26/3/2019).

"Jadi wajar kan akhir Maret gini terasa lebih panas," imbuhnya, sambil membagikan foto bayangan dirinya di bawah terik matahari.

Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan, Menteri Agama: Kami akan Lakukan Reformasi Birokrasi Besar-besaran

Sutopo Purwo Nugroho lantas mengaitkan fenomena equinox dengan panasnya hati saat melihat mantan jalan bergandengan bersama pacar barunya.

Halaman
1234
Penulis: Yaspen Martinus
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved