Minggu, 19 April 2026

Buruh Migran

Serikat Buruh Migran: Waspada, Marak Penipuan dengan Modus Tawaran Kerja Luar Negeri oleh Biro

Waspada, Marak Penipuan dengan Modus Tawaran Kerja Luar Negeri oleh Biro Kerja. Ini Penjelasan dari Serikat Buruh Migran

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sejumlah tenaga kerja Indonesia saat mengisi data yang diminta petugas usai puluhan petugas gabungan menggerebek tempat penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) di Jalan Swakarsa I No. 24 RT 03/04, Jatibening, Pondokgede, Rabu (20/7) tengah malam. 

Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Hariyanto mengungkapkan, sulitnya memasuki dunia kerja saat ini sedikit banyak berdampak kepada sejumlah praktik kejahatan dengan modus menawarkan pekerjaan, termasuk tawaran untuk bekerja di luar negeri.

Ia mencontohkan, puluhan pemuda di Jawa Timur yang tertipu oleh seorang yang mengaku sebagai agen salah satu biro kerja dari Taiwan.

Puluhan korbannya, dimintai uang hingga menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.

"Modus seperti sebenarnya banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Pelaku mengiming-imingi calon korban akan menempatkan mereka kerja di luar negeri dengan gaji besar,' kata Hariyanto kepada Warta Kota di Sekretarian SBMI, Pengadegan, Jakarta Selatan, Minggu (31/3).

Pelaku merekrut sejumlah pemuda dan meyakinkan bisa membantu menempatkan mereka bekerja dengan gaji besar. Tetapi, syaratnya, mereka harus membayarkan sejumlah uang yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

"Alasannya buat pengurusan biaya tiket, visa dan sebagainya. Dia juga memberikan pelatihan bahasa kepada mereka yang sudah menyetor uang untuk meyakinkan calon korban lainnya. Setelah uang terkumpul banyak, dia kabur," ujarnya.

Fauzi (30), pemuda asal Tulungagung menjadi salah satu korban modus kejahatan itu. Ditemui Warta Kota di markas SBMI, ia mengaku sudah menyetor uang Rp15 juta dari Rp60 juta yang diminta pelaku.

"Yang satu rombongan sama saya ada 40 orang asal Tulung Agung, Trenggalek, Blitar dan ada yang dari Jawa Tengah juga. Ada yang kena satu orang sampai 30 juta.

Orang yang mengaku agency itu sendiri bilang total biaya yang kami keluarkan agar bisa kerja di Taiwan Rp60 juta dengan rincian Rp40 juta uang sebelum berangkat, sisanya dipotong gaji," papar Fauzi.

Bagaimana tidak tergiur, pelaku menjanjikan kepada para pemuda itu bekerja di sebuah perkebunan di Taiwan dengan gaji Rp18 juta per bulan.

Si perekrut Fauzi dkk adalah perempuan cantik yang mengaku bernama Paulin dengan kisaran umur 35 tahun.

Fauzi dkk tak tahu latar belakang perempuan itu. Ia hanya tahu, Paulin tinggal menumpang di rumah warga di kawasan Blitar.

"Dia sempat melatih kita bahasa Taiwan di rumah itu. Sampai kemudian setelah ada 40 orang, dia tiba-tiba kabur, menghilang. Yang punya rumah juga ternyata tak tahu latar belakang Pauline ini. Dia hanya bilang saat berkenalan dengan Paulin, dia mengijinkan tinggal di rumahnya karena kasihan," ungkap Fauzi.

Fauzi menyebut, padahal, ia dan rekan-rekannya dengan susah payah mencari uang untuk diserahkan kepada Paulin sebagai syarat pemberangkatan.

"Ada yang hutang ke bank, jual motor sampai jual sawah. Bayangan kami ya uang itu nanti bisa kembali saat kita sudah bekerja, karena katanya gajinya besar," katanya.

Fauzi dan para korbannya berencana melaporkan kejadian itu ke polisi, usai berkonsultasi dengan SBMI.

"Rencananya dari SBMI akan melakukan pendampingan buat laporan ke polisi. Ini supaya kejadian seperti kami tidak menimpa orang lain. Karena memang modus seperti ini marak sekali dan banyak yang mudah percaya," ungkapnya

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved