Breaking News:

Petugas Tagana Evakuasi Balita Korban Banjir di Komplek Ikip Jatiasih Bekasi

"Tadi ada balita kita evakuasi antisipasi air semakin tinggi. Kita tadi monitoring kondisi warga yang masih bertahan

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Ketua Tagana Kota Bekasi, Adang Suryana dilokasi banjir di Komplek IKIP, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (31/3/2019). 

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi, melakukan evakuasi balita berusia 2 tahun di Komplek IKIP, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, pada Minggu (31/3/2019) malam.

Hujan deras yang mengguyur sejak siang tadi membuat Komplek IKIP Jatiasih terendam banjir setinggi mulai 70 hingga 130 centimeter.

Hingga pukul 20.30 banjir belum juga surut sehingga membuat sejumlah warga dievakuasi.

VIDEO: Vhanya Kiara Duo Semangka Cerita Pernah Hampir Diperkosa dengan Modus Minuman

"Tadi ada balita kita evakuasi antisipasi air semakin tinggi. Kita tadi monitoring kondisi warga yang masih bertahan di lantai dua rumah," kata Ketua Tagana Kota Bekasi, Adang Suryana, kepada Wartakota di lokasi Minggu (31/3/2019).

Adang menjelaskan ada 12 personil dikerahkan untuk memantau dan mengevakuasi warga di Komplek IKIP Jatiasih.

"Di Komplek IKIP ada 12 orang, sebenarnya total personil kita ada 42 kita sebar ke sejumlah wilayah," ujarnya.

VIDEO: Tanggul di Jatipadang Tergerus Air, Banjir Landa Kawasan Pemukiman Warga

Adang menjelaskan jika air tak kunjung surut pihaknya telah mempersiapkan logistik makanan buat para warga yang masih bertahan.

"Alhamdulillah hujan sudah reda, mudah-mudah cepat surutnya. Tapi kalau belum juga surut logistik makanan kita siap dikirim. Kita juga standby dilokasi," katanya.

Sebelumnya,Ketua RW 02 Komplek IKIP Jatikramat, Jatiasih Kota Bekasi, Zulkifli mengatakan banjir kali ini lama surut. Pasalnya, tanggul di perumahan sebelah yaitu Cahaya Kemang Permai jebol.

VIDEO: FPI Berunjuk Rasa di Depan Kantor KPU, Teriakkan Takbir

"Iya ini lama surutnya, biasanya 1-2 jam surut. Ini belum juga surut dari pukul 16.30 WIB. Tanggu perumahan sebelah kan jebol ini nyambung kesini satu aliran kalinya juga," katanya kepada Wartakota, Minggu (31/3/2019).

Zulkifli menjelaskan kawasan ini memang kerap dilanda banjir. Namun, akibat tanggul jebol ketinggian banjir cukup tinggi.

Sebelumnya pada Desember 2018 lalu tanggul jebol di Perumahan Cahaya Kemang Permai, juga berdampak pada komplek IKIP yang mengalami banjir.

"Kalau engga ada tanggul jebol, tinggi air ya paling 40-50 centimeter. Kalau ini tanggul jebol bisa capai 70- 130 centimeter," ungkapnya.

Ia menambahkan ada 320 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Komplek IKIP. Warga ada yang tetap bertahan di lantai dua, ada juga yang mengungsi ke sanaksaudara.

"Engga semuanya mengungsi, ya mau ngungsi aja. Mereka pada tinggal dilantai dua, mereka nunggu air surut. Mudah-mudahan cepat surut," ujarnya. (M18)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved