Prostitusi Online

Vanessa Angel Dikawal Ketat Polisi saat Dipindah ke Tahanan Kejari, Mana Rian?

Ini berita terbaru Vanessa Angel yang tertangkap saat transaksi prostitusi online di sebuah hotel di Surabaya dan bertarif Rp 80 juta per jam, Jumat

Vanessa Angel Dikawal Ketat Polisi saat Dipindah ke Tahanan Kejari, Mana Rian?
surya.co.id/mohammad romadoni
Vanessa Angel saat dipindahkan dari tahanan Polda Jatim ke tahanan Kejari Surabaya. 

"Untuk mendapatkan itu tentunya tidak hanya berhenti sampai P21 tetapi juga adalah putusan Peradilan nanti yang berkaitan mungkin dengan penyidikan yang akan kita lakukan," ujar Barung Mangera.

Seperti yang diberitakan, lebih dari dua bulan Vanessa Angel mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Dit Tahti Polda Jatim.

Saat itu, Vanessa Angel resmi ditahan, Kamis (31/1/2019) pukul 14.55 WIB.

Penahanan tahap II Vanessa Angel sempat diperpanjang selama 40 hari untuk kepentingan penyidikan sekaligus pemeriksaan terhadap artis yang diduga terlibat prostitusi online.

Penyidik Subdi V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim akhirnya memindahkan Vanessa Angel dari Rutan Dit Tahti Polda Jatim ke pihak Kejaksaan Surabaya, Jumat (29/3/2019).

Adapun barang bukti yang diserahkan penyidik Polda Jatim ke pihak Kejaksaan meliputi data digital yang berisi percakapan Vanessa Angel bersama mucikari rekening koran hingga foto dan video dari yang bersangkutan.

Vanessa Angel resmi menyandang status tersangka terkait keterlibatannya dalam jaringan prostitusi online.

Venessa Angel disangka melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE, yang terbukti berperan aktif mendistribusikan konten pornografi berupa foto dan video dirinya ke mucikari hingga menyebar ke user atau pengguna prostitusi online.

Pelimpahan berkas perkara

Vanessa Angel datangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya untuk menjalani proses pelimpahan tahap II, setelah sebelumnya berkas Vanessa Angel dinyatakan lengkap. Vanessa Angel dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan tiba di Kejari Surabaya pukul 13.45 WIB.

Dengan tangan terborgol Vanessa mengenakan masker dan baju tahanan Polda Jatim. Ia didampingi penyidik Subdit V Siber Dirreskrimsus Polda Jatim memasuki kantor Kejari. Vanessa Angel hanya tertunduk saat memasuki Gedung Kejari Surabaya, Jumat, (29/3/2019).

Berkas Vanessa Angel dilimpahkan tepat sebelum masa penahanannya habis. Rahmat Santoso selaku penasehat hukum Vanessa Angel menjelaskan bahwa masa tahanan sebenarnya habis pada Minggu (31/3).

"Sementara kalau menurut perhitungan saya itu Vanessa masa penahanannya tanggal 31 besok sudah berakhir," ujar Rahmat saat ditemui terpisah.

Masih kata Rahmat, saat ini kondisi kesehatan VA kurang baik.

Penyakit infeksi lambung yang ia derita saat pertama kali tersandung kasus ini kembali kambuh.

VA pun sempat dirawat inap di RS Bhayangkara Polda Jatim.

"Sekarang berobat jalan tapi kan memang kondisi kesehatannya memang tidak baik dan juga stress. Kalau menurut saya ya proses pemeriksaan kalau bisa berkasnya dipercepat menyangkut kemanusiaan," tandasnya.

Kini ia tengah jalani proses tahap II atas perkaranya setelah ditahan selama hampir 2 bulan di tahanan Polda Jatim.

Ia diringkus atas dugaan pelanggaran Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat 1 UU RI No 19/2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik.

Rian berani sewa Vanessa Angel Rp 80 juta

Alasan Rian Subroto Berani Sewa Vanessa Angel Rp 80 Juta Diungkap Polisi, Sebut ada 2 Pengusaha Lagi

Terungkap Identitas 3 Pria Lain yang Pakai Jasa Vanessa Angel, Ada Pengusaha hingga Pejabat

Setelah identitas pengusaha bernama Rian Subroto terbongkar, kali ini Franky Waruwu, pengacara mucikari Siska, menjelaskan bahwa pelanggan Vanessa Angel tak hanya Rian Subroto saja.

Diakui Franky, ada tiga pengusaha lain yang tercatat sebagai pelanggan kekasih Bibi Ardiansyah ini.

Meski begitu, ketiga identitas pengusaha itu tidak termasuk dalam Berita Acara Pemeriksaan ( BAP).

Franky Waruwu menjelaskan bahwa kliennya akan segera membongkar identitas ketiga pengusaha tersebut saat persidangan selanjutnya.

"Ada inisial WW tinggal di Bali, W di Jakarta, E di Bandung dan Rian di Surabaya. Semua latar belakang pengusaha. Sekarang diungkapkan baru Rian saja. Nanti akan kami buka di persidangan," ujarnya.

User-user ini memang latar belakang mereka pengusaha-pengusaha besar. Yang salah satunya ada yang tinggal di Jakarta.

Inisialnya KKW.

KKW ini salah satu pengusaha terbesar se-Indonesia.

Dua lainnya tinggal di Bandung dan Bali," imbuh Franky Waruwu dikutip dari tayangan iNews Malam.

Franky Waruwu kemudian mengatakan, pemakai jasa Vanessa Angel ada pula yang berasal dari kalangan pejabat, namun ia enggan menyebutkan identitasnya.

Tidak Ajukan Eksepsi

Dalam sidang perdana tersebut, baik Siska maupun Tentri memilih tidak mengajukan eksepsi. Hal ini dikatakan Franky Desima Waruwu selaku pengacara dari Siska dan Yafet Kurniawan, pengacara Tentri.

“Supaya jelas kami meminta untuk melanjutkan sidang dengan mendengarkan saksi-saksi yang mulia,” kata Franky.

Lantas majelis hakim yang diketuai oleh Anne Rusiana melanjutkan sidang pada Senin (1/4) pekan depan. Usai sidang, Franky mengaku memilih melanjutkan sidang agar perkara cepat selesai.

“Supaya perkara ini lebih cepat lebih baik, karena di dalam dakwaanya menurut analisa kami lebih enteng gitu ya,” terang Franky.

Senada dengan pihak Siska, Yafet, pengacara Tentri juga tidak mengajukan eksepsi karena ingin mengungkapkan fakta dalam persidangan.

“Alasan kami biar diungkap saja dalam persidangan,” ujarnya.

Asal Mula Rian Gunakan Jasa Vanessa Angel

Jaksa membongkar praktik prostitusi online yang melibatkan Pengusaha Tambang, Rian Subroto dan artis FTV Vanessa Angel.

Dari sidang di PN Surabaya, terungkap Rian sang penyewa Vanessa Angel Rp 80 juta berawal dari tawaran Dhani (buron) hingga mucikari artis menyodorkan nama Vanessa Angel.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Sri Rahayu Saat membacakan dakwaan. ia mengatakan, nama pengguna Vanessa Angel adalah Rian Subroto.

Awal mula kasus terjadi di awal bulan Desember 2018 saat Rian Subroto sedang berada di Cafe Delight alamat Gading Sari Lumajang bertemu dengan Dhani. Lalu Dhani menawari Rian seorang perempuan.

Dhani kemudian sanggup mencarikan artis wanita atau selebgram untuk diajak kencan.

Dhani kemudian menghubungi mucikari artis Tentri Noventa (TN) untuk mencarikan yang diinginkan oleh kliennya. Namun, TN hanya mengenal Avirellya Shaqila saja.

Kemudian TN menghubungi temannya yang bernama Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy (terdakwa berkas terpisah) untuk dikomunikasikan dengan Vanessa Angel.

"Keinginan untuk membooking Vanessa disampaikan oleh Nindy dengan menghubungi Fitriandri alias Vitly Jen untuk membooking Vanessa Angel. Selanjutnya Fitri menghubungi Endang," kata Sri Rahayu.

Berawal dari mucikari ES, Vanessa Angel akhirnya menyetujui untuk diterbangkan ke Surabaya dengan harga yang telah disepakati antar muncikari, yakni Rp 80 juta untuk Vanessa dan Rp 25 juta untuk Avriellya.

Kasus prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel ini memang memasuki babak baru. Senin (25/3), dua muncikari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka menjalani sidang perdana.

Endang Suhartini (ES) alias Siska dan TN menjalani sidang perdana kasus prostitusi online di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Mereka tiba di PN Surabaya dari Rutan Medaeng bersama tahanan lainnya pada pukul 12.30 WIB.

Sekitar satu jam kemudian, keduanya keluar dari ruang tahanan menuju ke Ruang Sidang Garuda.

Keduanya menggunakan kemeja berwarna putih. TN mengenakan kerudung warna pink dan menutupi wajah dengan rambut panjangnya.

Sedangkan ES mengenakan masker dan kacamata hitam untuk menutupi wajah. Mereka ditemani oleh kuasa hukum ketika memasuki ruangan sidang.

Kedatangannya ini pun cukup menarik perhatian pengunjung PN karena keduanya dikerumuni oleh awak media.

Saat ditanya terkait kesiapan terdakwa, salah satu terdakwa Siska mengaku siap selama jalani sidang.

Dia hanya mengangguk saat ditanya kesiapan dirinya dan ditegaskan oleh kuasa hukumnya Franky Desima Waruwu.

"Siap," kata Siska.

“Yang pasti kami siap jalani sidang dan kami akan simak dulu dakwaan dari Jaksa,” kata Franky.

Ada empat jaksa Kejati Jawa Timur, di antaranya Sri Rahayu, Nur Laila, Farida Hariani dan Novan Arianto ditunjuk sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini dan membacakan dakwaan.

Kedua muncikari ini didakwa dengan Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. (Samsul Arifin)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul BERITA TERBARU Vanessa Angel Bertarif Rp 80 Juta Per Jam, Kini Dikawal Ketat Polda Jatim, Mana Rian?

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved