Transportasi Jakarta

Tarif Kereta MRT Disebut Mahal, Anies: Perbandingannya Apa?

Bahkan Anies menantang agar sejumlah pihak yang menilai tarif tersebut kemahalan untuk membandingkan harga kereta MRT dengan biaya ojek online.

Tarif Kereta MRT Disebut Mahal, Anies: Perbandingannya Apa?
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Presiden Jusuf Kalla, didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, meninjau transportasi massla Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Anggie Lianda Putri

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara terkait penolakan tarif Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta oleh sejumlah pihak dan anggota DPRD DKI.

Menurutnya tarif MRT fase 1 Lebak Bulus sampai Bundaran HI minimal Rp 3.000 dan maksimal Rp 14.000 sudah sesuai dengan tingkat kemampuan dan kemauan warga.

Lantas Anies mempertanyakan tarif MRT dibandingkan dengan apa sehingga bisa diklaim kemahalan.

"10 centimeter itu tinggi apa rendah? 10 meter itu tinggi atau rendah? tergantung membandingkannya dengan apa. Jadi opsinya apa? naik ojek? naik motor sendiri? Jadi kalau ada yang bilang (harga) tinggi dan rendah, saya tanya balik nih tinggi-rendah harus ada perbandingannya dong," ujat Anies di Balai Kota DKI, Jumat (29/3/2019).

Anies mengatakan harga yang telah ditetapkan sudah melewati kajian yang matang.

Bahkan Anies menantang agar sejumlah pihak yang menilai tarif tersebut kemahalan untuk membandingkan harga kereta MRT dengan biaya ojek online.

Pasalnya MRT Lebak Bulus - Bundaran HI memiliki jarak kurang lebih 16 kilometer ini jika ditempuh menggunakan ojek online bisa mencapai ongkos Rp 32.000 sekali jalan, sedangkan MRT hanya Rp 14.000.

"Naik ojek ada biayanya, dihitung berapa tuh. Kemarin keputusan ojek Rp 2.000 perkilo, jaraknya 16 kilometer sama dengan Rp 32 ribu, murah mana? MRT lah," ungkap Anies.

Selain itu Anies juga mengunggulkan ketepatan waktu jika menggunakan Kereta MRT dibandingkan transportasi lain.

"Ojek jamnya terprediksi enggak? Tidak. Kalau ini kenyamanan tinggi, jamnya pasti, harganya lebih murah dibanding ojek. Itu maksud saya. Jadi bagi masyarakat kalau melihat harga itu jangan harga lawan 0, tapi harga dibandingkan moda transportasi lain termasuk kalau pribadi. Pribadi yang harus dihitung apa aja? Bensin, parkir, kalau MRT pakai parkir nggak? Park and ride. Jadi ongkos itu sudah diperhitungkan," kata Anies.

Beberapa anggota dewan yang mengatakan tarif MRT kemahalan untuk warga yakni Bestari Barus dari fraksi Nasdem dan M Taufik wakil DPRD DKI Jakarta.

Tak hanya itu, bahkan ketua komisi C Abdurrahman Suhaimi mengusulkan untuk warga Ibu Kota tIdak dikenakan tarif, alias gratis. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved