Razia Miras

Satpol PP Sita 105 Botol Miras Berbagai Merek dari Warung Jamu

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat berhasil menyita ratusan botol miras berbagai merek di beberapa warung jamu yang berada di Kecam

Satpol PP Sita 105 Botol Miras Berbagai Merek dari Warung Jamu
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Sejumlah petugas Satpol PP merazia warung jamu yang kedapatan menjual miras. Kamis (28/3) malam. 

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat berhasil menyita ratusan botol miras berbagai merek di beberapa warung jamu yang berada di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Ratusan botol miras yang disita merupakan bagian dari Operasi Praja Peduli (OPP) yang digelar Kamis (28/3) malam untuk menciptkan keamanan dan ketertiban serta mencegah peredaran miras.

Petugas menyisir sepanjang Jalan Kesehatan, Jalan Tanah Abang II, Jalan Musi, Jalan gang Selor, Jalan Gajahmada, Jalan Pecenongan. Beberapa warung jamu yang kedapatan menjual miras pun langsung disita petugas.

Meski beberapa penjualan sempat mengelak menjual miras, namun setelah petugas menemukan miras yang di sembunyikan oleh para pedagang, para penjual pun tak berkutik hingga beberapa botol miras pun langsung diamankan petugas.

"Jadi razia ini bagian dari Operasi Praja Peduli (OPP) di wilayah Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat," kata Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan, Jumat (29/3/2019).

Dari pemeriksaan beberapa warung jamu yang berada di Kecamatan Gambir, ia berhasil menyita sebanyak 105 botol miras berbagai merek dan 14 obat kuat. Tak hanya itu pihak penjual pun juga dihimbau agar tidak kembali menjajakan miras.

Ia menjelaskan operasi ini sendiri digelar demi menciptakan situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di wilayahnya.

"Ya ini salah satu upaya kami untuk menciptakan situasi dan kondisi di wilayah kami tetap kondusif," ujarnya.

Terpisah, Kasatpol PP Kecamatan Gambir Fitrano Jaya Putra mengatakan, operasi yang dilakukan agar wilayahnya terbebas dari peredaran miras, terlebih beberapa bulan lagi memasuki bulan ramadhan.

"Ini intinya kita ingin wilayah Gambir ini tidak ada peredaran miras, kita ketahui jika miras sendiri menjadi salah satu penyebab terjadinya tindakan kriminalitas," ujarnya.

Selain itu dirinya menyebut tidak ada penolakan dari para pedagang saat miras dan obat kuat yang mereka razia. Namun pihaknya akan melakukan razia kembali jika ditemukan informasi peredaran miras.

"Kegiatan semalam berjalan tertib dan tidak ada penolakan dari pemilik warung," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved