Reklame di Jalan Protokol Ibu Kota Bakal Diganti Jadi Videotron

Sejumlah jalan protokol pun akan dibebaskan dari reklame konvensional yang mengganggu pemandangan.

Reklame di Jalan Protokol Ibu Kota Bakal Diganti Jadi Videotron
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Reklame tersegel di Jalan Gatot Subroto. 

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM -- Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercantik Ibu Kota tidak hanya sebatas penataan taman maupun area pedestrian, sejumlah jalan protokol pun akan dibebaskan dari reklame konvensional yang mengganggu pemandangan.

Rencana tersebut disampaikannya oleh Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syafrudin.

Dirinya menyebutkan, reklame konvensional, yakni reklame yang menggunakan print outdoor sebagai media iklannya akan diganti menjadi videotron.

Rencana tersebut meliputi kawasan kendali ketat, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan S Parman, Jalan Prof Dr Satrio serta Sentra Niaga Kuningan, kawasan Harmoni, Kawasan Grogol dan Tomang.

Terkait hal tersebut, dirinya berharap Satpol PP DKI Jakarta serta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta dapat melakukan penertiban terhadap reklame konvensional yang habis ijinnya. Sehingga pembongkaran reklame dapat dilakukan.

Sebab, lanjutnya, sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Nomor 148 tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame, tidak diperbolehkan pemasangan reklame konvensional di kawasan kendali ketat.

"Jadi setelah dibongkar, harapannya agar beralih jadi led (videotron). Pergub Nomor 148 tahun 2017 juga mengatur estetika kota, bukan hanya penertiban ataupun penempatan reklame saja," jelasnya dihubungi pada Kamis (29/3/2019) malam.

Penataan reklame konvensional tersebut diharapkannya dapat memperindah Kota, bersamaan dengan peningkatan pajak reklame.

Selain itu, tidak hanya indah dipandang, videotron juga lebih aman dibandingkan dengan reklame konvensional yang berupa kerangka besi tinggi berukuran besar.

"Jadi seperti di Singapura, kalau kita jalan di Orchard Road itu semuanya (reklame) sudah led, tidak ada billboard atau reklame konvensional. Nah kita di Jakarta ingin seperti itu, jadi rapih, tidak ada yang nongol ke sini, semuanya ada di garis badan jalan, ada yang di sungai atau menempel ke dinding gedung," jelasnya.

Sementara itu, pantauan Warta Kota di sepanjang Jalan Gatot Subroto, puluhan reklame konvensional terlihat tegak berdiri.

Sejumlah reklame berukuran raksasa itu kondisinya terlihat sangat menyeramkan, lantaran reklame berukuran rata-rata sekitar 20 meter persegi dengan diameter tiang lebih dari 80 cm itu terlihat berdiri persis di sisi jalan yang padat kendaraan.

Pada sisi lain, reklame bersinggungan dengan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek yang berada di sisi Jalan Gatot Subroto, seperti di kawasan Simpang Kuningan. Reklame terlihat berdiri tegak menutup ruang pembangunan LRT.

Walau begitu, tidak sedikit reklame yang terlihat kosong tanpa iklan dan telah disegel. Reklame tersebut terlihat dilarang penggunaannya lantaran lalai membayar pajak. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved