Pemkot Bekasi Ancam Putus Kontrak Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Pengembang Bilang Begini

"Kita mohon petunjuk dan bantuan pemerintah daerah ataupun pusat. Agar semua kekurangan bisa dievaluasi.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ahmad Sabran
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu Kota Bekasi. 

Pemerintah Kota Bekasi dapat membertimbangkan kontrakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu oleh pihak ketiga PT Nusa Wijaya Abadi.

Pasalnya, sejak penandatanganan kontrakan pada 2016 lalu hingga kini PLTSa tak kunjung beroperasi.

Pertimbangan itu dilakukan setelah Pemkot melihat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, resmi beroperasi pada Senin (25/3/2019). PLTSa itu padahal baru dikerjakan sejak Desember 2017 dan kini dijadikan proyek percontohan nasional.

Clara Gopa Duo Semangka Tak Diaku Keluarga Setelah Instagramnya di Hack Soal Tarif Video Call Seks

VIDEO: Terekam CCTV Maling Motor Gagal Karena Alarm Bunyi, Kunci T Ketinggalan

VIDEO: Dhawiya Zaida Resmi Jadi Istri Muhammad

"Kalau kenyataannya belum jalan jalan ya bisa saja kita evaluasi kontrak itu. Apalagi uji coba kedua gagal," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumahana Luthfi, kepada Wartakota, Jumat (29/3/2019).

Untuk itu pihaknya, lanjut Jumhana, masih akan memberikan kesempatan kembali pada ujia coba ketiga.

"Harusnya berhasil dan menunjukkan peningkatan tapi di uji coba kedua gagal. Nanti ketiga lah kita kasih kesempatan. Nanti kita liat aja yang ketiga, kalau gagal lagi kita mau nunggu sampai kapan," ungkapnya.

Jumhana menjelaskan pihak pengembang PLTSa Sumur Batu telah melakukam uji coba operasional sebanyak dua kali, yaitu pada 5-6 Februari 2019 dan 20 Maret 2019.

"Uji coba ketiga akan dilakukan hari ini atau paling telat akhir bulan ini Maret ini,"ujarnya.

VIDEO: Penjelasan Suhartini, Guru yang Dibully Murid SMP dengan Joget Sawer

VIDEO: Hercules Minta Maaf Kepada Wartawan yang Dipukul di PN Jakarta Barat

VIDEO: Komplotan Penipu Undian Abal-abal Diciduk Polres Tangerang Selatan, Korban Rugi Belasan Juta

Kepala Bidang Penataan Kota Tim Walikota Untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan (TWUP4) , Puthut Wibowo, menambahkan, pihaknya telah menyurati PT Nusa Wijaya Abadi agar kembali melakukan uji coba.

"Kalau gagal lagi, kita evaluasi. Nanti Walikota carikan soluasinya apakag mau diputus atau jalan terus kerjasamanya," ungkap Puthut.

Puthut juga menjelaskan, ada beberapa kendala untuk mengoperasikan PLTSa Sumur Batu itu, salah satunya adalah alat-alat yang mengalami kerusakan.

"Ada beberapa yang rusak, yaitu untuk pemrosesan. RDF salah satunya, ini penting karena berfungsi mengkonversi sampah," ucap Puthut.

Ia meminta PT NWA menyelesaikan sejumlah kendala lain seperti perizinan yang masih belum selesai. PT NWA masih belum menyelesaikan Izin Lingkungan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan juga studi kelayakan.

"Banyak yang harus mereka tuntaskan, termasuk studi kelayakan dari pihak ketiga (tim penilai dari Kementerian ESDM) dan studi kelayakan dari PLN atau kerjasama jual beli listrik," ungkapnya.

Sementara Direktur PT Nusa Wijaya Abadi, Tenno Sujarwanto mengatakan kegagalan uji coba kedua dikarenakan mesin Governor Turbin atau mesin pembangkit listriknya dipaksa bekerja secara minimum. Padahal seharusnya mesin itu bisa bekerja maksimal.

"Ya itu belum adanya penyaluran listrik hasil olahan PLTSa kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) jadi pengoperasiannya minimal sehingga turbin rusak. Seharusnya menghasilkan 1,5 megawat tapi waktu uji coba kita tekan jadi 0,25 mega watt saja,”jelasnya.

Ia mengaku akan segera memperbaiki turbin rusak itu. Ia juga meminta dukungan Pemkot maupun Pemerintah Pusat agar pengembangan PLTSa ini berjalan lancar.

"Kita mohon petunjuk dan bantuan pemerintah daerah ataupun pusat. Agar semua kekurangan bisa dievaluasi. Kita paling siap alat ada dan sudah bisa membuktikan bisa menghasilkan listrik pada uji coba pertama. Soal kerjasama kita kan sampai 20 tahun kontrak," paparnya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved