Jaga Iklim Investasi, Bekasi Kampanyekan Toleransi

"Jangan sampai kita terpecah belah karena satu pesan singkat melalui media sosial apapun. Saring sebelum sharing, kroscek dahulu," ujar Wali Kota Beka

Jaga Iklim Investasi, Bekasi Kampanyekan Toleransi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat ditemui di Islamic Center Bekasi, Kamis (21/2/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Pemerintah Kota Bekasi Jawa Barat meminta masyarakat selektif menerima informasi melalui media sosial.

Apalagi, menjelang pemilihan umum 2019, berita bohong atau hoax seliweran di dunia maya.

"Jangan sampai kita terpecah belah karena satu pesan singkat melalui media sosial apapun. Saring sebelum sharing, kroscek dahulu," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Jumat (28/3/2019).

Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi mengatakan, pengaruh berita bohong bisa menyebabkan disharmonisasi di lingkungan masyarakat sampai dengan antar umat beragama.

"Penduduk Kota Bekasi kini sudah beragam dari suku jawa sudah mencapai 40 persen, suku sunda, batak dan lainnya. Bahkan asli Bekasi hanya tinggal 38 persen. Ini menandakan adanya toleransi di kota ini," ujar ketua DPD Partai Golkar, Kota Bekasi ini.

Dengan adanya toleransi yang cukup kuat, Wali Kota dua periode ini, akan berpengaruh pada laju pertumbuhan ekonomi.

Terbukti sikap toleransi yang dibangun masyarakat Kota Bekasi membuat nilai rata-rata pertumbuhan ekonomi diatas nasional.

"Rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional 5,2 persen. Kita di Kota Bekasi 5,8 persen diatas nasional. Kota Bekasi juga penyumbang pendapatan terbesar ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat," jelas Pepen.

Dampaknya sangat terlihat dengan perkembangan kota yang terus maju, seperti susunan tata kota, dan infrastruktur.

"Apa si yang engga ada di Kota Bekasi, paket komplit semua ada. Terakhir wisata salju di Transpark Juanda. Makanya saya tegaskan agar suasana kerukunan ini terus dijaga. Kita tebas langsung isu isu yang bisa mengakibatkan fatalnya rusak sebuah toleransi, tebas hoax yang ada," tandas Pepen. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved