Breaking News:

Aliansi BEM SI Laporkan Menristekdikti ke Bawaslu karena Viralnya Video Kampanye Jokowi

Kegiatan ini diwajibkan kepada mahasiswa bidikmisi angkatan 2016-2018 Universitas Brawijaya dan sejumlah kampus lainnya.

Warta Kota/Istimewa
Bukti dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh Menrisetdikti yang menyebarkan aplikasi diduga banyak berisi hoax dan penyebaran ujaran kebencian. 

Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia, Muhammad Nurdiyansyah mengungkapkan, pelaporan tersebut terkait kedatangan Mohamad Nasir selaku Menristekdikti, saat memberikan kuliah umum bertemakan "Kebijakan kementerian menghadapi Era Revolusi Industri 4.0".

Kegiatan ini diwajibkan kepada mahasiswa Bidikmisi angkatan 2016-2018 Universitas Brawijaya yang bertempat di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang.

"Tidak kurang ada sekitar 4000 audiens yang menghadiri kegiatan tersebut," kata Nurdiyansyah melalui keterangan tertulis kepada Warta Kota, Jumat (29/3/2019) malam.

Menurut kesaksian, imbuh Nurdiyansyah, pada awal sesi Menristekdikti menyampaikan materi terkait pentingnya berwirausaha dan bagaimana mahasiswa tidak hanya sekedar menjadi pekerja namun dapat pula menciptakan lapangan kerja.

Disampaikan pula cerita mengenai Gojek sebagai motivasi kepada para peserta. Namun pada akhir sesi materi, Menristekdikti menampilkan QR Code dan meminta kepada audiens untuk dipindai.

Situs yang terhubung dengan QR Code tersebut menampilkan beberapa gambar yang menunjukan kinerja Jokowi dalam masa jabatannya. Didapati pula akuisisi capaian-capaian dalam pelunasan hutang, pembangunan infrastruktur, serta harga BBM.

"Namun yang menjadi perhatian para mahasiswa adalah adanya kalimat-kalimat yang menggiring opini dan tagar untuk memilih salah satu calon presiden dimana hal ini telah termasuk unsur kampanye," ujarnya.

Melihat hal tersebut, BEM SI melakukan pemeriksaan terhadap profil menristekdikti.

Dari hasil pemeriksaan, menunjukkan bahwa menristekdikti bukanlah anggota partai politik, Tim Kampanye, ataupun Pelaksana Kampanye yang didaftarkan ke KPU.

"Sehingga kami menganggap bahwa Menristekdikti telah melakukan pelanggaran pada Pasal 299 ayat 3 UU. No 7 tahun 2017. Selain itu, menristekdikti juga telah melanggar Pasal 280 ayat 1, dikarenakan melakukan kampanye di kampus sebagai tempat pendidikan," imbuhnya.

Nurdiyansyah menyebut, sejatinya ini bukanlah kali pertama penyampaian materi oleh menristekdikti meresahkan mahasiswa. Pada 20 Maret di Universitas Siliwangi, slide yang sama juga ditampilkan ketika menristekdikti menyampaikan materinya.

Oleh karena itu, Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang diwakilkan oleh BEM KM UGM, BEM KM IPB, dan BEM KM UNJ melaporkan Mohamad Nasir (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) atas dugaan pelanggaran Kampanye kepada Bawaslu RI pada Jum'at 29 Maret 2019.

Dalam laporan ini Aliansi BEM SI melampirkan bukti-bukti berupa gambar QR code dari menristekdikti, gambar dari isi QR code, dan video menristekdikti ketika meminta mahasiswa memindai QR code yang berada di slide presentasi.

Aliansi BEM SI juga juga melampirkan surat himbauan Bawaslu Nomor 1692/K.Bawaslu/PM.00.00X/2018 tertanggal 15 Oktober 2019 tentang himbauan Netralitas Pegawai Aparatur Sipil Negera (ASN), Kampanye oleh Pejabat Negara Lainnya serta Larangan Penggunaan Fasilitas Negara.

"Melalui laporan ini, kami berharap bawaslu dapat memproses dan memberi tindakan tegas atas pelanggaran ini," harapnya.

"Pelaporan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak tinggal diam dan berpangku tangan pada pengawasan pesta demokrasi Indonesia. Kami menegaskan dan menyeru kepada setiap mahasiswa untuk tidak diam dan berani melaporkan pelanggaran-pelanggaran pemilu demi menciptakan pemilu yang bersih," tandas Nurdiyansyah.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved