Terpikat Voucher Undian Berhadiah Mobil dan Logam Mulia, Ibu Rumah Tangga Kena Tipu Rp 14 Juta

Jika ingin menggosok hologram tersebut, korban harus mengikuti persyaratan dan ketentuan antara lain persyaratan harus membayarkan uang Rp.13 juta.

Terpikat Voucher Undian Berhadiah Mobil dan Logam Mulia, Ibu Rumah Tangga Kena Tipu Rp 14 Juta
Warta Kota
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho (memegang mikrofon) bersama jajaran merilis pengungkapan kasus penipuan berkedok undian berhadiah di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Kamis (28/3/2019). 

Waspada dan jangan mudah percaya jika tiba-tiba Anda disodorkan sebuah voucher undian berhadiah oleh seseorang.

Bisa-bisa seperti yang dialami seorang Ervina (29), seorang ibu rumah tangga warga Tangerang Selatan yang kena tipu hingga Rp 14 juta.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho menjelaskan, sindikat penipuan itu terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari seorang warga yang diharuskan menyerahkan uang Rp 14 juta sebagai syarat mengikuti undian.

Awalnya, kata Alexander, Ervina diberikan voucher oleh seorang dari enam pelaku ketika berada di sebuah toserba.

Setelah itu Ervina diarahkan ke sebuah ruko sewaan yang dijadikan sebagai kantor para pelaku di Ruko Golden Boulevard, Serpong Utara, Tangerang Selatan pada 25 Maret 2019 lalu.

Voucher itu dapat ditukar dengan kupon undian berhologram yang digadang-gadang dapat memenangkan mobil, motor, dan juga logam mulia.

"Jika ingin menggosok hologram tersebut, korban harus mengikuti persyaratan dan ketentuan antara lain persyaratan harus membayarkan uang sebesar Rp.13.999.000, dan menandatangai surat pernyataan," jelas Alexander di Mapolres Tangerang Selatan, Kamis (28/3/2019) kepada Wartakotalive.com.

Pihak kepolisian yang menerima pengaduan penipuan itu kemudian menelusuri modus kawanan begundal yang memiliki markas dengan nama UD (Usaha Dagang) Surya Agung Perdana (SAP) ini.

Ternyata seluruh undian berhologram itu tidak ada satu pun yang mencantumkan mobil, motor, logam mulia, dan uang tunai seperti yang dijanjikan di awal.

"Kotak ini kita buka, di dalamnya ada 150 voucher yg berhologram semua. Kkemudian semua hologram kita gosok, isinya tidak ada yang bertuliskan mobil, tidak ada yang bertuliskan motor, tidak ada yang bertuliskan logam mulia, bahkan tidak ada yang bertuliskan uang tunai," papar Alexander.

Seluruh undian berhologram itu, kata Alexander, bertuliskan air purifier yang harganya tidak sampai Rp 5 juta.

Lantaran merasa dirugikan, korban membuat laporan ke Polres Tangerang Selatan.

Kawanan polisi akhirnya meringkus seluruh pegawai SAP, yakni Sofyan, Genta Kurniawan, Renold Firnando, Eti Susanti, Marjoni, dan otaknya Sri Sudarti.

Para tersangka dijerat Pasal 8 dan atau 9 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau 378 KUHPidana tentang Penipuan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved