Setiap Kali Sukses Mencuri di Rumah Kosong, Jon Cs Selalu Foya-foya dan Beli Barang-barang Mahal

"Uangnya buat hura-hura, beli baju, barang-barang mahal, sama motor yang harganya Rp 70 juta,"

Penulis: Gopis Simatupang | Editor:
Warta Kota/Gopis Simatupang
Jon (dipapah), otak pelaku pencurian spesialis rumah kosong, ditembak petugas karena melawan saat akan ditangkap. Dari hasil beraksi, dia mampu membeli motor sport seharga Rp 70 juta. 

Kawanan maling yang kerap mengincar rumah kosong (rumsong) yakni Triono alias Jon (29) dan Duwok (26) selalu sukses saat beraksi.

Tak heran, dari hasil menggasak barang di rumah kosong Jon, pentolan komplotan ini. selalu menghabiskan hasil kejahatannya itu untuk foya-foya dan membeli barang mewah sepeda motor sport yang harganya wah.

Kepada polisi, Jon yang sehari-hari merupakan penjaga konter pulsa, mengaku tidak tahu persis jumlah keuntungan yang diperoleh dari hasil menyatroni rumah orang.

Namun, Jon mengaku menghabiskan uang hasil mencuri tersebut untuk membeli benda-benda mahal.

Bahkan, dia menggunakan uang hasil curian untuk membeli satu unit sepeda motor sport merek Honda CBR250RR warna hitam yang harganya wah.

"Uangnya buat hura-hura, beli baju, barang-barang mahal, sama motor yang harganya Rp 70 juta," kata Jon saat dihadirkan polisi dalam pengungkapan kasus pencurian rumah kosong yang berhasil diungkap anggota Unit Resmob Polresta Depok, Kamis (28/3/2019) kepada Wartakotalive.com.

Jon dan Duwok diketahui beraksi di di dua tempat, yakni Cimpaeun, Kecamatan Tapos, dan Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu (17/3) dan Kamis (28/3) dini hari.

Selain mereka, polisi juga meringkus seorang penadah barang curian bernama Jumaidi.

Dalam penangkapan itu, polisi terpaksa menembak kaki kanan Jon karena berusaha melawan petugas saat ditangkap.

"Mereka yang ditangkap ini adalah komplotan spesialis pelaku pencurian rumah kosong," ujar Wakapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Arya Perdana di Polresta Depok, Kamis (28/3/2019).

Arya menjelaskan, penangkapan ketiga pelaku bermula dari laporan seorang korban warga Leuwinanggung, Tapos, yang rumahnya disatroni maling saat ditinggal pergi pada Minggu (17/3/2019) lalu.

Saat beraksi, Jon memanjat pohon lalu masuk ke dalam rumah dengan cara mencungkil jendela menggunakan linggis, lalu mengambil barang-barang berharga di rumah korban.

Sementara Duwok menunggu di luar rumah untuk mengawasi keadaan.

Setelah memperoleh barang curian, kedua begundal ini menjualnya kepada Jumaidi sebagai penadah.

"Dari keterangan pelaku, mereka sudah dua kali beraksi di daerah Citeureup (Bogor) dan sekali di daerah Depok. Tersangka TR (Triono alias Jon) berperan sebagai eksekutor," jelas Arya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti sepeda motor, 10 unit telepon genggam (ponsel) berbagai merek, 10 lembar uang dolar AS, serta dua buah linggis yang digunakan sebagai alat untuk beraksi.

Nilai kerugian korbannya ditaksir mencapai Rp 350 juta.

Karena perbuatannya, Jon Cs dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved