Berita Video

Video Viral Anak SMP Joget Sawer Gurunya di Jakarta Utara, KPAI Minta Pelaku Diberi Kesempatan

Adapun Retno mengapresiasi pihak sekolah yang cepat dalam melakukan penanggulangan kasus tersebut.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti berharap 11 anak yang melakukan tindakan tidak hormat pada gurunya di SMP Maha Prajna, Cilincing, Jakarta Utara diberi kesempatan memperbaiki diri.

Hal itu disampikannya Rabu (27/3/2019) saat berkunjung ke SMP Maha Prajna.

"Anak harus diberi edukasi bahwa dia salah. Tapi ia juga harus diberi kesempatan memperbaiki diri," kata Retno.

VIDEO: Sembuh dari Kanker Kelenjar Getah Bening, Ria Irawan Jadi Hypnotherapist

Retno melanjutkan proses perbaikan diri tersebut harus didukung dengan sanksi yang tidak memberatkan anak.

"Saya berharap sanksi pada anak tidak dalam bentuk fisik atau yang tekanan-tekanan kepada mereka. Maka ini yang harus dibahas, sanksinya seperti apa dulu nih," tambahnya.

Menurut Retno tanpa mendapatkan sanksi pun anak sudah merasa terpukul karena aksi mereka viral di sosial media.

Setelah Ustadz Abdul Somad Dikasih Fortuner oleh Pemilik Wong Solo, Kini Gold Play Button Youtube

"Menurut pihak sekolah mereka juga sudah minta maaf pada Senin kemarin. Mereka sebenarnya juga terpukul banget karena temennya juga enggak bilang kalau di upload," jelasnya.

Adapun Retno mengapresiasi pihak sekolah yang cepat dalam melakukan penanggulangan kasus tersebut.

VIDEO: Pemilu Sudah Dekat, Puluhan Kardus Suara KPU Dimakan Rayap Terpaksa Dibakar

"Juga karena ini dilakukan anak kelas IX, KPAI mengapresiasi karena sekolah katanya berencana tidak memberikan sanksi-sanksi tertentu mengingat supaya secara psikologis anak-anak ini tidak terganggu ujiannya," pungkasnya.

Sebelumnya pada Jumat (22/3/2019) pekan lalu, video sekumpulan murid berjoged sambil mengelilingi seorang guru diupload oleh aku lambe_turah dan ditonton setidaknya 3 juta orang.

VIDEO: Orangtua Pamela Safitri Menangis Lihat Foto Viral Pria Sawer Duit ke Dada Anaknya

Dalam video tersebut nampak para siswa ada yang naik ke meja, melakukan sawer, berjoged dan tidak menggunakan seragam sekolah.

Sampai berita ini diturunkan pihak sekolah dan Sudin Pendidikan Jakarta Utara masih mengadakan rapat untuk menentukan sanksi 11 anak tersebut.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved