Satgas Kirim Berkas Perkara Vigit Waluyo ke Kejaksaan

Penyidik Satgas Antimafia Bola sudah mengirimkan berkas perkara kasus pengaturan skor (match fixing) dengan tersangka Vigit Waluyo ke Kejaksaan Agung

Satgas Kirim Berkas Perkara Vigit Waluyo ke Kejaksaan
tribunnews
Vigit Waluyo 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Penyidik Satgas Antimafia Bola sudah mengirimkan berkas perkara kasus pengaturan skor (match fixing) dengan tersangka Vigit Waluyo ke Kejaksaan Agung.

Berkas ini menyusul lima berkas perkara lainnya dengan sepuluh tersangka kasus pengaturan skor yang sudah dikirim lebih dahulu.ke kekajaksaan.

Vigit Waluyo adalah mantan pemilik Klub PSMP Mojokerto yang ditetapkan tersangka pengaturan skor pada 15 Januari 2019.

Ini Dia Ramalan Zodiak Rabu (27/3): Scorpio Waspada, Virgo Santai, Gemini Penat

Berikut Ramalan Zodiak Cinta Rabu (27/3): Libra Kecewa, Pisces Beruntung, Leo Bersaing

Mbah Mijan Prediksi Hubungan Gisel dan Gading Marten, Tak Sedekat seperti di Medsos: Ada Pria Lain

Sejumlah bukti menunjukkan Vigit memberikan suap ke sejumlah pihak agar PSMP Mojokerto naik kasta dari Liga 3 ke Liga 2.

Sebelum menjadi tersangka pengaturan skor Vigit Waluyo sudah menjadi tersangka dalam perkara kasus korupsi PDAM Sidoarjo 2010 dan ditahan di kejaksaan di Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, berkas perkara pengaturan skor dengan tersangka Vigit Waluyo sudah dikirimkan ke kejaksaan, Senin (25/3/2019).

"Penyidik sudah mengirimkan berkas perkara dengan tersangka Vigit Waluyo ke Kejagung pada Senin 25 Maret, kemarin,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/3/2019).

Keterlibatan Vigit Waluyo dalam pengaturan skor sesuai berkas perkara adalah melakukan pengaturan skor dengan cara memberikan uang sebesar Rp 115 juta kepada Dwi Irianto alias Mbah Putih dengan tujuan untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 2. Dwi Irianto lebih dulu ditangkap dan sudah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, bersama sejumlah tersangka lain.

Terkait status Vigit Waluyo yang sudah menjadi tersangka dalam perkara kasus korupsi PDAM Sidoarjo 2010 lalu, Argo menegaskan bahwa kasus penyidikan pengaturan skor tidak akan terhenti.

“Ia ditahan di Sidoarjo. Kami menunggu petunjuk hakim seperti apa, terkait yang bersangkutan ini” kata Argo.

Dalam.pengaturan skor atau match fixing ini Vigit Waluyo dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 5 juncto Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dimana ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved