Kasus First Travel

Jemaah First Travel Ancam Geruduk Istana Bogor

Sidang gugatan perdata kasus gugatan aset First Travel akan kembali digelar pada Selasa (2/4/2019) pekan depan.

Penulis: Gopis Simatupang | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Gopis Simatupang
Eli (56), seorang calon jemaah asal Jatinegara, Jakarta Timur, mengancam dia dan puluhan ribu jemaah lain akan menggeruduk Istana Bogor untuk meminta Jokowi kembalikan aset First Travel kepada jemaah. 

DEPOK, WARTAKOTALIVE.COM -- Sidang gugatan perdata kasus gugatan aset First Travel akan kembali digelar pada Selasa (2/4/2019) pekan depan.

Bila tergugat Andika Surachman, selaku terpidana pemilik agen perjalanan umrah tersebut, kembali gagal dihadirkan, jemaah mengancam akan bertindak nekat.

Eli (56), seorang calon jemaah asal Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan, dia bersama puluhan ribu jemaah lainnya terpaksa bakal menggeruduk Istana Kepresidenan Bogor, untuk meminta Presiden Joko Widodo mengembalikan aset yang disita Negara kepada jemaah.

"Kalau enggak dibalikin juga duit saya, saya akan tembus ke Presiden. Presiden harus tahu, yang diambil ini bukan duit pemerintah. Ini uang jemaah. Kenapa harus pemerintah yang nguasain uangnya?" ujar Eli seusai sidang di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard Raya, Kalimulya, Cilodong, Rabu (27/3/2019).

pasangan bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan
pasangan bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan (facebook)

Eli adalah satu dari 60.000 jemaah First Travel yang gagal berangkat umrah karena aset First Travel disita Negara.

Eli mengaku telah menyetor uang Rp 34 juta untuk biaya umrah dia dan ibunya yang berusia 75 tahun pada tahun 2016.

Seharusnya, dia pergi ke Tanah Suci pada tahun 2017.

"Ini kan uang jemaah, bukan dari kalangan gede-gedean, Pak. Orang kecil semua, yang tukang gorengan, nasi uduk, tukang cuci. Kalau di sini tidak mengembalikan, saya akan tembus ke Presiden," ucap Eli sambil terisak.

Selain membayar Rp 34 juta, Eli juga mengaku turut menyetor Rp 5 juta sebagai biaya tambahan Paket Ramadhan. Jadi, total uang yang diserahkan Rp 39 juta.

"Kami sangat, sangat kecewa. Bagaimana caranya Presiden harus melihat warganya yang seperti ini. Saya kalau disuruh mengikhlaskan, jujur saya tidak ikhlas," tuturnya.

Eli menyampaikan, bagaimana pun caranya dia akan merampas haknya yang disita Negara.

Bos First Travel Anniesa Hasibuan Andika Surachman
Bos First Travel Anniesa Hasibuan Andika Surachman (instagram)

Apalagi, menurutnya rata-rata jemaah merupaka warga dengan penghasilan pas-pasan.

"Itu kan bukan uang Negara, tapi uang kita ngumpulin dari kecil-kecil. Coba dari yang tukang nasi uduk, kuli cuci, saking kepingin berangkatnya umrah. Sekarang dirampas sama pemerintah. Enggak berhaklah pemerintah untuk merampas," ujar Eli.

"Ih, gila kesel banget Pak, dari pagi kita nungguin. Kita korban Pak. Ibu saya sampe sakit-sakitan, saking kepengennya kita berangkat. Tapi di sini kita enggak dihargain sekali. Kita dateng aja enggak mau nerima," geramnya.

Kuasa hukum jemaah First Travel, Riesqi Rahmadiansyah, mengungkapkan, jemaah berencana melakukan aksi di depan Istana Bogor sebelum hari pemungutan suara Pemilu Serentak, 17 April 2019.

"Kalau ke Istana Negara enggak pernah digubris kan. Kita ke Istana Bogor," kata Riesqi.

"Kami minta agar Presiden menghapus hukuman terkait aset dirampas Negara. Itu namanya amnesti. Di dalam konstitusi, Presiden diberikan hak memberikan amnesti. Bukan amnesti terhadap pidananya, tapi amnesti terhadap aset yang dirampas oleh Negara," ucapnya. (gps)

Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved