Pemilu 2019

Jadi Wakil Rakyat Caleg PSI Siap Diberhentikan Jika Korupsi dan Bolos

"Kita sudah tanda tangan siap diberhentikan jika terbukti melakukan korupsi, KDRT, intoleransi, sering bolos bekerja atau tidak menjalankan tugasnya

Jadi Wakil Rakyat Caleg PSI Siap Diberhentikan Jika Korupsi dan Bolos
Wartakotalive.com/Dody Hasanuddin
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Habib Muannas Allaidid, saat berada di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/3/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Juru Bicara Parta Solidaritas Indonesia (PSI) Habib Muannas Allaidid menyebut jika para calon legislatif (caleg) PSI terpilih menjadi wakil rakyat baik di DPRD Kota/Kabupaten, Provinsi maupun DPR RI siap diberhentikan jika terbukti melakukan korupsi maupun bolos saat bekerja.

"Kita sudah tanda tangan siap diberhentikan jika terbukti melakukan korupsi, KDRT, intoleransi, sering bolos bekerja atau tidak menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan baik," ujar Muannas kepada Wartakota, Rabu (27/3/2019).

Caleg DPR RI dari PSI itu memastikan kehadiran PSI sebagai partai baru di pemilu akan membuat gebrakan-gebrakan baru ketika masuk parlemen.

Ini Dia Ramalan Zodiak Rabu (27/3): Scorpio Waspada, Virgo Santai, Gemini Penat

Berikut Ramalan Zodiak Cinta Rabu (27/3): Libra Kecewa, Pisces Beruntung, Leo Bersaing

Mbah Mijan Prediksi Hubungan Gisel dan Gading Marten, Tak Sedekat seperti di Medsos: Ada Pria Lain

PSI akan menggunakan sistem berbentuk aplikasi untuk memantau kerja para caleg terpilih setiap hari. Sehingga rakyat bisa memberikan penilaian terhadap kerja dari para anggota legislatif PSI di parlemen nanti.

"Jangan sampai warga yang telah repot-repot datang ke TPS milih para caleg itu hingga terpilih ke parlemen dilupakan gitu saja. Makanya kita bareng-bareng bersama PSI guncang parlemen," jelas Muannas yang juga praktisi hukum ini.

Ia menilai etos kerja anggota DPR dinilai masih amburadul lantaran masih banyak anggota dewan yang tidak hadir dalam rapat-rapat komisi dan enggan turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi warga.

Untuk itu perlu adanya perubahan mindset oleh anggota dewan itu sendiri.

Pasalnya selama ini anggota dewan merasa lebih tinggi daripada yang mereka wakili.

"Mentalitas yang perlu diubah terutama mereka anggota dewan yang merasa selalu terhormat ketika berurusan dengan orang lain. Mereka santai saja karena engga merasa pernah ditagih padahal yang kita pilih dalam setiap pemilu itu pelayan. Bukan raja," tegas Caleg DPR RI nomor urut satu itu.

Selama ini, kata Habib Muannas anggota dewan merasa enggan memperjuangkan masyarakatnya lantaran sudah mengeluarkan biaya yang cukup tinggi dalam setiap momen pesta demokrasi

"Mereka (anggota dewan,red) merasa sudah keluar uang banyak termasuk untuk politik uang, kepentingan pribadi dan golongannya jadi yang terpenting. Tidak boleh seperti, ini yang kita tanamkan pada para caleg PSI," paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved