Breaking News:

Berkas Kasus Pembobolan ATM Modus Skimming dan Nyamar Jadi Wanita Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi

Argo Yuwono mengatakan berkas kasus Ramyadjie yang dalam aksinya menyamar menjadi wanita itu, dikirim penyidik ke Kejaksaan TinggI DKI pada Selasa (26

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/3/2019). 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Berkas perkara kasus pembobolan ATM bermodus skimming dengan tersangka Ramyadjie Priambodo yang disebut-sebut masih kerabat jauh capres Prabowo Subianto, akhirnya selesai disusun penyidik dan sudah dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan berkas kasus Ramyadjie yang dalam aksinya menyamar menjadi wanita itu, dikirim penyidik ke Kejaksaan TinggI DKI pada Selasa (26/3/2019).

"Selasa 26 Maret kemarin, berkas perkara tersangka RP sudah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI. Jadi berkas sudah masuk ke kejaksaan ya," kata Argo.

Ini Dia Ramalan Zodiak Rabu (27/3): Scorpio Waspada, Virgo Santai, Gemini Penat

Berikut Ramalan Zodiak Cinta Rabu (27/3): Libra Kecewa, Pisces Beruntung, Leo Bersaing

Mbah Mijan Prediksi Hubungan Gisel dan Gading Marten, Tak Sedekat seperti di Medsos: Ada Pria Lain

Karenanya saat ini pihaknya kata Arg0 menunggu Kejati DKI meneliti dan memeriksa berkas.

Jika berkas dinyatakan P-21 atau lengkap, maka pihaknya akan melakukan pelimpahan tahap dua yakni tersangka dan barang bukti ke Kejati DKI. "Jika tidak akan dilengkapi sesuai petunjuk jaksa," katanya.

Menurut Argo dalam kasus ini penyidik sudah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi.

Ia menjelaskan tersangka pelaku Ramyadjie Priambodo ternyata bisa mendapatkan semua data nasabah bank, untuk dibobol rekening ATM nya, yakni melalui Deep Web.

"Pelaku mendapat semua data nomor rekening nasabah, password dan pinnya lewat Deep Web. Di sana juga dia berinteksi saling tukar informasi untuk mendapatkan data itu. Juga untuk.masu ke black market," kata Argo.

Setelah mendapat semua data rekening nasabah dari Deep Web itulah, pelaku kata Argo melakukan skimming dan membobol rekening ATM nya.

"Jadi saat melakukan pembobolan ATM dengan sistem skimming, ia dapat informasi dari Deep Web itu. Kemudian berhasil dan mampu melakukan kegiatan pengambilan uang nasabah yang sudah terdata di dalam kartu putih yang dia punya," papar Argo.

Deep Web adalah kumpulan konten World Wide Web yang tidak terindex oleh mesin pencari standar seperti Google, Bing, atau Yahoo. Seperti namanya yakni Deep Web atau Web Mendalam, maka informasi di Deep Web tidak terlihat dipermukaan.

Meskipun tidak terlihat, konten Deep Web tetap dapat diakses dengan menggunakan tool khusus.

Situs lokal Intranet juga termasuk dalam jaringan Deep Web, contohnya server kampus, kantor dan aplikasi online yang hanya bisa diakses oleh orang kantoran. Aplikasi private message juga termasuk, karena semua chattingan kita nggak bisa ke Indeks di mesin pencari.

Menurut hasil riset dan data terakhir, jumlah konten situs yang digolongkan sebagai Deep Web sangatlah banyak. Hampir 96 persen dari keseluruhan Internet.

Artinya situs yang biasa kita akses di jaringan internet biasa seperti lewat goggle atau lainnya itu hanya 4 persennya nya saja.

Menurut hasil riset pula sebagian besar konten Deep Web berisi tentang database dari hasil penelitian banyak lembaga dan pihak tertentu di dunia.

Argo menjelaskan Ramyadjie menggunakan Deep Web dimana di sana terdapat black market, untuk tukar menukar informasi berkaitan dengan cara mendapatkan nomor rekening nasabah, password, juga pin serta lainnya.

Selain mendapat data nasabah dari Deep Web kata Argo, saat dibekuk.petugas Ramyadjie diketahui memiliki satu mesin ATM BCA di kamar apartemennya diJalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Mesin ATM BCA itu disita polisi saat Ramyadjie ditangkap di kamar apartemennya itu 26 Februari lalu.

Argo menjelaskan Ramyadjie mengaku membeli mesin ATM itu dari seorang temannya. "Tujuannya untuk dipelajari kelemahannya sehingga mempermudah dirinya saat beraksi," kata Argo.

Diketahui sejak 2018, Ramyadjie sudah 91 kali beraksi di sejumlah gerai ATM di Tangerang dan Jakarta Selatan. Total kerugian yang dialami pihak bank akibat aksinya sekitar Rp 300 Juta.

Saat ini kata Argo penyidik coba mengembangkan kasus ini dengan mendalami siapa rekan Ramyadjie yang menjual mesin ATM ke dirinya itu.

"Dia mengaku mesin ATM nya beli dari temannya. Tapi sampai sekarang dia belum menyebutkan dari siapa. Kita masih ingin tetap menggali terus dari siapa dia membeli, alamatnya dimana, di kota apa. Sementara ini masih kita dalami," kata Argo.

Selain itu kata Argo pihaknya juga menggali informasi mengenai dengan harga berapa Ramyadjie membeli mesin ATM itu dari rekannya.

Argo menjelaskan masa pengambilan uang berdasar data yang didapat Ramyadjie, ada batas jumlah besaran uang dan batad waktu tertentu. "Untuk pengambilan lewat ATM, ada batas-batasnya, baik besarnya uang dan batas waktu," kata dia.

Sehingga kata Argo uang yang diambil Ramyadjie lewat ATM berbeda besarannya pada setiap nasabah yang datanya berhasil ia dapat.

"Karena ada batas-batasnya, artinya uang nasabah yang dia ambil lewat skimming berbeda-beda, tidak sama semua. Ada yang bisa digunakannya untuk mengambil Rp 10 Juta, atau dibawah dan diatasnya," kata Argo.

Intinya tambah dia berdasar data dan laporan pihak bank, total kerugian yang diderita akibat aksi Ramyadjie ini sekitar Rp 300 Juta. "Nilai besaran kerugian yang diklaim bank," katanya.

Ia menjelaskan awalnya polisi menerima laporan dari salah satu bank swasta yakni BCA pada 11 Februari 2019 lalu berupa dugaan skimming pembobolan ATM.

Dari laporan itu kata dia dilakukan penyelidikan dan akhirnya membekuk Ramyadjie Priambodo di apartemennya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, pada 26 Februari 2019.

Dari kamar apartemennya polisi mendapati sejumlah barang bukti yakni satu buah mesin ATM, dua kartu ATM bank nasional, laptop, masker, dua kartu putih skimming berisi data nasabah.

Mesin ATM yang ada di kamar apartemen Ramyadjie Priambodo kata Argo diketahui dibeli dari seorang rekamya. "ia membelinya dari orang lain, rekannya. Tujuannya untuk mempelajari kelemahan mesin ATM sehingga memudahkannya saat beraksi," kata Argo.

Dari penyelidikan katanya diketahui RP diketahui sudah 91 kali beraksi. "Dia sudah 91 kali beraksi. Uang yang didapatkan sementara totalnya ada Rp 300 Juta," katanya.

Uang hasil pembobolan kata Argo digunakan pelaku untuk jual beli bitcoin guna menghilangkan jejak..

"Jika dilihat dalam CCTV di ATM saat dia beraksi, dia seperti perempuan. Dia menggunakan kerudung atau seperti hijab dan menggunakan penutup muka seperti masker. Sudah puluhan kali RP melakukan hal ini," kata Argo.

Dalam berkas perkara yang disusun penyidik kata Argo, Ramyadjie akan dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan atau Pasal 30 Jo Pasal 46 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 81 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencucian Uang yang terjadi pada bulan Desember 2018 sampai Januari 2019. "Ancaman hukumannya 5 penjara," kata Argo.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved