Berkas Kasus Pembobolan ATM Modus Skimming dan Nyamar Jadi Wanita Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi

Argo Yuwono mengatakan berkas kasus Ramyadjie yang dalam aksinya menyamar menjadi wanita itu, dikirim penyidik ke Kejaksaan TinggI DKI pada Selasa (26

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/3/2019). 

Dari kamar apartemennya polisi mendapati sejumlah barang bukti yakni satu buah mesin ATM, dua kartu ATM bank nasional, laptop, masker, dua kartu putih skimming berisi data nasabah.

Mesin ATM yang ada di kamar apartemen Ramyadjie Priambodo kata Argo diketahui dibeli dari seorang rekamya. "ia membelinya dari orang lain, rekannya. Tujuannya untuk mempelajari kelemahan mesin ATM sehingga memudahkannya saat beraksi," kata Argo.

Dari penyelidikan katanya diketahui RP diketahui sudah 91 kali beraksi. "Dia sudah 91 kali beraksi. Uang yang didapatkan sementara totalnya ada Rp 300 Juta," katanya.

Uang hasil pembobolan kata Argo digunakan pelaku untuk jual beli bitcoin guna menghilangkan jejak..

"Jika dilihat dalam CCTV di ATM saat dia beraksi, dia seperti perempuan. Dia menggunakan kerudung atau seperti hijab dan menggunakan penutup muka seperti masker. Sudah puluhan kali RP melakukan hal ini," kata Argo.

Dalam berkas perkara yang disusun penyidik kata Argo, Ramyadjie akan dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan atau Pasal 30 Jo Pasal 46 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 81 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencucian Uang yang terjadi pada bulan Desember 2018 sampai Januari 2019. "Ancaman hukumannya 5 penjara," kata Argo.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved