Berita Video

VIDEO: Mucikari Online Sudah Jajakan PSK Sejak Setahun Terakhir, Keuntungan Bervariasi per Orang

“Udah setahun. Keuntungannya variasi per anak,” katanya sembari menunduk, Senin (25/3).

Jajaran Polres Kepulauan Seribu menangkap seorang pria berinisial TAA karena bekerja sebagai mucikari prostitusi online. Aksinya memasarkan wanita untuk memenuhi hasrat seksual pria hidung belang itu sudah dilakukan satu tahun belakangan.

Kepada wartawan, TAA mengaku aksinya sudah dilakukan sejak tahun terakhir. Hanya saja dirinya enggan memastikan berapa banyak keuntungan yang diperoleh dari setiap wanita yang dijajakan kepada para pelanggan.

VIDEO: Begini Tanggapan Driver Ojol Soal Tarif yang Ditentukan Kemenhub

“Udah setahun. Keuntungannya variasi per anak,” katanya sembari menunduk, Senin (25/3).

TAA menambahkan wanita-wanita tersebut tidak ada yang dibawah umur. Mereka juga selama ini diketahui berada di Jakarta. Khusus mengenai para pelanggannya, TAA tidak bisa memastikan asal mereka dari mana saja.

“Nggak ada yang dibawah umur, dapat dari teman ke teman,” sambungnya.

VIDEO: Siska Jalani Sidang, Mucikari yang Jajakan Vanessa Angel Merasa Dijebak

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Moehammad Sandy Hermawan mengatakan pelaku mematok harga Rp 1,8 juta untuk setiap wanita yang dijajakan kepada pria hidung belang dengan biaya tanda jadi sebesar Rp 500 ribu.

“Setelah dilakukan transfer, sisa pembayaran Rp 1,3 juta diberikan langsung oleh pelanggan kepada perempuan yang melayaninya,” ujar Sandy.

VIDEO: Jokowi Klaim yang Bangun MRT, Gerindra Sebut Anies Juga Bisa Klaim

Pelaku dalam menjalankan aksinya, merekrut wanita-wanita itu dengan memanfaatkan jaringan teman-temannya yang melakukan hal serupa. “Wanita yang dia pasarkan tidak ia kenal. Dia mendapatkan dari jaringan rekan-rekannya yang lain,” ucapnya.

Pelaku dijerat Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pelaku terancam hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved