Satgas Antimafia Bola Dalami Keterkaitan Pengaturan Skor dengan Judi Bola

Bekas Ketua Umum PSSI Joko Driyono resmi ditahan polisi, Senin (25/3/2019) siang. Saat ini polisi mendalami keterkaitan pengaturan skor dan judi bola.

Satgas Antimafia Bola Dalami Keterkaitan Pengaturan Skor dengan Judi Bola
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono setelah diperiksa selama sekitar 22 jam oleh penyidik Satgas Antimafia Bola, dalam pemeriksaan lanjutan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan perusakan barang bukti pengaturan skor, Jumat (22/2/2019) pagi. 

Selain dugaan suap ke banyak pihak untuk melakukan pengaturan skor bola yang dilakukan para mafia bola, Satgas Antimafia Bola Bareskrim Mabes Polri juga mendalami hubungan pengaturan skor di banyak pertandingan Liga Indonesia dengan judi bola.

Ketua Satgas Antimafia Bola Bareskrim Mabes Polri Brigjen Hendro Pranowo mengatakan hal tersebut di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

"Kami sudah mendengar informasi dugaan keterkaitan mafia bola dengan judi bola. Kami sedang mendalami, bentuknya dan seperti apa. Sementara ini kami belum menemukan bukti spesifik," kata Hendro Pranowo.

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia.
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Kemungkinan judi bola dan pengaturan skor yang dilakukan mafia bola, diakui Hendro Pranowo, sangat berkaitan.

Hendro Pranowo menegaskan, perusakan dan pencurian barang bukti yang dilakukan bekas Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI medio Februari 2019, bermotif untuk mengaburkan upaya pendalaman yang dilakukan penyidik atas dugaan pengaturan skor.

"Ada keterkaitan perusakan dan penghilangan barang bukti yang dilakukan JD dengan pengaturan skor," kata Hendro.

Terkuak Motif Perusakan Barang Bukti oleh Joko Driyono untuk Mengaburkan Kasus Pengaturan Skor

Setelah beberapa kali diperiksa sebagai tersangka perusakan barang bukti, polisi kemudian resmi menahan Joko Driyono, Senin kemarin.

Awalnya, penyidik ingin melengkapi barang bukti berupa dokumen atas dugaan pengaturan skor dari laporan Laksmi. Dokumen dicari di Kantor Komdis PSSI. Disana, penyidik menemukan ada perusakan barang bukti oleh Joko Driyono sebagai upaya pengaburan dugaan pengaturan skor pertandingan lain yang didalami satgas.

Joko Driyono alias Jokdri, tersangka kasus perusakan barang bukti, resmi ditahan penyidik Satgas Antimafia Bola Bareskrim Mabes Polri, sejak Senin.

Joko Driyono yang memenuhi panggilan penyidik Satgas Antimafia Bola untuk diperiksa kelima kalinya di Ditreskrimum Mapolda Metro Jaya kemudian tidak diperbolehkan pulang ke rumah.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, saat memberikan sambutan dalam Kongres Tahunan PSSI Jawa Timur yang berlangsung selama dua hari, 25-26 Oktober 2017, di Hotel Agro Kusuma Batu, Jawa Timur, Rabu (25/10/2017).
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, saat memberikan sambutan dalam Kongres Tahunan PSSI Jawa Timur yang berlangsung selama dua hari, 25-26 Oktober 2017, di Hotel Agro Kusuma Batu, Jawa Timur, Rabu (25/10/2017). (BolaSport.com/Suci Rahayu)

"Joko Driyono resmi ditahan mulai hari ini (Senin)," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono.

Meski begitu, kata Argo Yuwono, Joko Driyono belum menjadi tersangka kasus pengaturan skor. Status tersangka untuk Joko Driyono itu baru kasus dugaan perusakan barang bukti pengaturan skor.

Hendro Pandowo mengatakan, penahahan Joko Driyono berdasarkan hasil gelar perkara dan untuk penyidikan selanjutnya.

"Dia beberapa kali tidak hadir memenuhi panggilan. Maka hari ini, 25 Maret 2019, JD hadir dan pukul 10.00 dilakukan pemeriksaan. Hasil gelar perkara pukul 14.00, satgas telah melakukan penahanan terhadap JD untuk proses penyidikan selanjutnya," kata Hendro.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved