Sejarah

Raja Faisal, Penghapus Perbudakan di Arab Saudi, Tewas Dibunuh Sang Keponakan

Raja Faisal adalah orang yang menghapus perbudakan di Arab Saudi serta salah satu tokoh di Timur Tengah yang menolak dominasi AS dan Uni Soviet.

Raja Faisal, Penghapus Perbudakan di Arab Saudi, Tewas Dibunuh Sang Keponakan
Commen Use Wikipedia
FAISAL bin Abdulaziz al-Saud 

Atas perbuatan yang dilakukannya, Pangeran Faisal dinyatakan bersalah dan dihukum penggal. Ia dipenggal di hadapan para petinggi kerajaan dan masyarakat umum menggunakan pedang berhulu emas.

FAISAL bin Abdulaziz al-Saud dikenal sebagai salah satu raja yang memiliki pengaruh besar dalam Kerajaan Arab Saudi.

Saat Raja Faisal memimpin (1964-1975), dia dianggap sebagai tokoh yang membawa pandangan modern.

Raja Faisal juga tercatat sebagai orang yang menghapus perbudakan di Arab Saudi serta salah satu tokoh di Timur Tengah yang tegas dalam menolak dominasi Amerika Serikat atau Uni Soviet.

Ketika memimpin, selain Raja Faisal menghapus perbudakan di Arab Saudi, ia juga secara tegas mengkritik standar ganda negara Barat terkait kemerdekaan Palestina.

Ini menyebabkan Raja Faisal melakukan boikot minyak ke negara Barat yang dianggap terlalu membela Israel.

Raja Salman Keluarkan Dekrit, Izinkan Perempuan Arab Saudi Peroleh SIM

Putra Mahkota Arab Bakal Bikin Resor Khusus Wanita Berbikini

Aksi ini mengakibatkan krisis minyak pada 1973.

Namun, pada 25 Maret 44 tahun yang lalu, tragedi melanda Arab Saudi.

Pada 25 Maret 1975, Raja Faisal dibunuh oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal Ibnu Musaed.

Pangeran Faisal menembakkan tiga peluru ke tubuh Raja dari jarak dekat. Peristiwa itu terjadi saat berlangsung audiensi kerajaan.

Peristiwa

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved