Ketua TKN Jokowi Maruf Jawa Barat Dedi Mulyadi Targetkan Raup 60 Persen Suara Pilpres 17 April

"Target kita menang, kalau kita targetin 60 persen kemenangannya di Jawa Barat. Ya kita jalanin aja sekarang, terus bagaimana

Ketua TKN Jokowi Maruf Jawa Barat Dedi Mulyadi Targetkan Raup 60 Persen Suara Pilpres 17 April
Warta Kota
Ketua TKN Jokowi Maruf Jawa Barat Dedi Mulyadi 

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) wilayah Jawa Barat, Dedi Mulyadi menargetkan pada pemilu 2019 pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf bakal meraih 60 persen suara di wilayah Jawa Barat.

"Target kita menang, kalau kita targetin 60 persen kemenangannya di Jawa Barat. Ya kita jalanin aja sekarang, terus bagaimana melihat perkembangannya," kata Dedi Mulyadi saat mengunjungi Gedung Juang Tambun, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/3/2019) sore.

Dedi menilai posisi Joko Widodo di Jawa Barat jauh lebih baik dibandingkan pada pemilu 2014.

Setelah Ustadz Abdul Somad Dikasih Fortuner oleh Pemilik Wong Solo, Kini Gold Play Button Youtube

"2014 kan kita kalah telak kalau pemilu 2019 ini sudah bisa imbang kadang. Kita lihat surveinya lebih 3 persen kadang 4 persen," ucapnua.

Ia menilai dalam politik sekarang tidak ada yang disebut tren. Kondisinya bisa fluktuasi, terlebih tim kampanye bergerak melakukan solialiasi ke masyarakat akan keberhasilan Jokowi selama 4,5 tahun memimpin.

Video Viral Murid Ramai-ramai Bully Guru Wanita di SMP Maha Prajna Cilincing, Kadisdik DKI Belum Tau

"Jadi kalau dulu kan politiknya itu tren, sekarang enggak. Ada naik ada turun, memang sangat berbeda politik sekarang. Tim kampanye kita bekerja, mesin politik semua partai pendukung Jokowi-Maruf bekerja," ungkapnya.

Diketahui, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014, Jokowi kalah dengan pasangan Prabowo-Hatta dalam perolehan suara di Jawa Barat.

Prabowo-Hatta meraup suara 14.167.381 atau 59,78 persen suara sedangkan Jokowi mendapat 9.530.315 atau 40,22 persen suara.

Saat itu, Jokowi hanya unggul di 4 kabupaten dari 27 kabupaten atau kota di Jawa Barat.

VIDEO: Kasus Suap Krakatau Steel, Tjokro Ditahan KPK Langsung Pakai Baju Tahanan dan Borgol

Dedi menambahkan terkait kabar soal pemantau pemilu dari luar negeri itu pada Pemilu 17 April 2019 mendatang itu merupakan hal yang biasa terjadi.

"Itu hal biasa, bukan suatu luar biasa. Namanya juga proses demokrasi, di KPU juga sudah biasa ada dari luar negeri daftar jadi pemantau pemilu. KPU juga kan sering libatkan pemantau luar negeri itu untuk mantau jadi itu merupakan hal yang biasa dan sudah berlangsung sangat lama dan tidak perlu di khawatirkan,"paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved