Asosiasi Penasihat Investasi Indonesia Dapat Meningkatkan Edukasi dan Literasi soal Pasar Modal

Asosiasi Penasihat Investasi Indonesia dapat meningkatkan edukasi dan literasi soal pasar modal.

Asosiasi Penasihat Investasi Indonesia Dapat Meningkatkan Edukasi dan Literasi soal Pasar Modal
Kontan.co.id
Ilustrasi harga saham. 

"Literasi dan inklusi sektor pasar modal masih di bawah tiga persen untuk literasi dan lima persen inklusi, ketinggalan dengan bank yang sudah enam persen," kata Hoesen.

Investasi Saham atau Reksadana, Ada Saran dari Pakar untuk Wanita Ingin Berinvestasi

Hoesen berharap investasi di Indonesia bisa meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah investor, instrumen, dan kompleksnya produk.

Kehadiran perusahaan penasihat investasi dianggap perlu bagi investor dalam memberikan edukasi dan pandangan profesional.

Sekaligus untuk memetakan portofolio investasi khususnya di sektor pasar modal.

Regulasi mengenai pembentukan badan usaha penasihat investasi di Indonesia sudah diresmikan sejak tahun 1996 melalui keputusan BAPEPAM dengan nomor KEP-26/PM/1996 tentang Perizinan Penasihat Investasi.

Melirik Sukuk Ritel Terbaru sebagai Sarana Investasi Alternatif

Sampai saat ini jumlah pelaku usaha penasihat investasi masih sangat terbatas.

Per bulan Maret 2019, Indonesia memiliki empat belas perusahaan penasihat investasi.

"Pada 2018 lalu, jumlah pertumbuhan investor pasar modal naik 44 persen sebesar 1,6 juta," kata Ketua APII Ari Adil.

Ari mengatakan, angka ini mewakili dua hal, yakni pertama adalah peluang bagi pelaku industri pasar modal untuk melebarkan sayap.

"Kedua, tantangan untuk mengedukasi para investor tentang seluk beluk dunia investasi dan pasar modal," kata Ari.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved