Breaking News:

Tantangan Ini Harus Dihadapi Para Pelaku Bisnis Interior dan Furnitur

Masih banyak entrepreneur yang belum menyadari bahwa industri ini memiliki potensi tinggi.

Wartakotalive/Ign Agung Nugroho
talkshow 'Taco Empowers Creative Millenials' di ICE BSD, Tangerang 

SAAT ini pegiat desain interior Indonesia sudah cukup kreatif.

Meski demikian, entrepreneurs di industri masih memiliki beberapa tantangan, utamanya masih banyak entrepreneur yang belum menyadari bahwa industri ini memiliki potensi tinggi.

Pendapat itu disampaikan Alex Bayu, Desainer Interior dan Founder Genius Loci‎ dalam talkshow 'Taco Empowers Creative Millenials' di ICE BSD Tangerang, Banten baru-baru ini.

Tidak hanya itu saja kata Alex Bayu, mereka juga belum menunjukkan ketekunan dan tekad yang gigih, kurang adaptif pada desain-desain baru yang rumit, serta produktivitas dan tingkat efisiensinya rendah dibanding negara-negara lain di Asia.

"Bila tantangan ini tidak segera diatasi, maka dalam beberapa waktu ke depan Indonesia akan akan banyak dikelola oleh pelaku asing. Adaptasi pegiat desain interior perlu digiatkan melalui pelatihan dan mentoring yang tepat," kata Alex Bayu.

‎Tantangan lainnya yang dihadapi oleh entrepreneur juga dijelaskan Virgo Artadinata, pengusaha muda asal Semarang yang sukses mengekspansi produknya hingga luar negeri.

Menurut dia, ‎kebanyakan pengusaha pegiat desain interior, khususnya furnitur menguasai keterampilan secara otodidak yang memerlukan waktu belajar cukup lama.

Belum lagi masih banyak sekali yang buta melihat pasar dan kebutuhan yang ada sehingga mengalami kesulitan memasarkan produk dengan harga layak.

"Pendidikan kejuruan yang mampu memberikan bekal keterampilan praktis dan manajemen bisnis yang tepat sangat diperlukan untuk mendorong pegiat industri kreatif semakin maju. Akses terhadap material yang terjangkau juga penting untuk mendorong inovasi produk," kata Virgo.

Industri furnitur tumbuh positif seiring dengan perkembangan desain interior yang didukung oleh e-commerce.

Selain ditargetkan mencetak pertumbuhan sebesar 16 persen oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), pembelian furniture dari situs e-commerce alami peningkatan, yakni sebesar 23 persen dibandingkan tahun 2017.4

Dimas Harry Priawan Co-Founder Dekoruma mengatakan, meski penjualan online mengalami peningkatan, masih banyak pengusaha yang belum memanfaatkan saluran online dengan maksimal. Akibatnya pemasaran produk mereka tidak mencapai pasar yang tepat.

"Dekoruma memberikan dukungan berupa saluran pemasaran yang menampung informasi visual produk dari pengusaha, selain itu Dekoruma juga menawarkan layanan konsultasi desain interior yang juga memberi ruang bagi para desainer untuk bergabung berbagi rancangan desain," kata Dimas Harry.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved