Pada 1 Mei, Kemenhub Putuskan Tarif Ojol Rp 2.000 per-Km, Segini Besaran Tarif Ojol di 3 Zona

keputusan Kemenhub tarif ojol untuk area Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi) yakni Rp 2.000 per-Kilometer (Km).

Pada 1 Mei, Kemenhub Putuskan Tarif Ojol Rp 2.000 per-Km, Segini Besaran Tarif Ojol di 3 Zona
Tirto.id/Arimacs Wilander
PENGENDARA Ojek Online mengendarai motor sembari memainkan telepon genggam di kawasan Palmerah, Jakarta, Senin (5/3/2018). 

PIHAK Kementerian Perhubungan atau Kemenhub memutuskan tarif ojek online (ojol) untuk area Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Diketahui, keputusan Kemenhub tarif ojol di area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) yakni Rp 2.000 per-Kilometer (Km).

Pihak Kemenhub putuskan tarif ojol Rp 2.000 per-Km tersebut, dengan kisaran tanpa potongan atau nett dengan batas bawah Rp 2.000 per-Km dan batas atas Rp 2.500 per-Km.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat atau Dirjen Hubat Kemenhub Budi Setiyadi, terdapat dua aspek perhitungan, diantaranya aspek biaya langsung dan tak langsung.

Ahmad Dhani Diinfus di Penjara Diduga Alami Diabetes, Hingga Disindir Maia Estianty

Cerita Uztaz Abdul Somad Terkait Detik-detik Terima Setumpuk Uang dari Eks Ketum PSSI Edy Rahmayadi

Menko Maritim Luhut: Otak Bangsa Pinter-Pinter Cuma Ngurusin Sampah Aja Tidak Bisa!

"Ada dua aspek komponen perhitungan yaitu biaya langsung dan tidak langsung. Tetapi perhitungan tarif ini hanya menggunakan komponen biaya langsung saja," kata Budi Setiyadi, saat konferensi pers di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

Menurutnya, besaran tarif ojol terbagi menjadi 3 zona, yaitu zona 1 untuk wilayah Sumatera, Jawa (tanpa Jabodetabek), dan Bali.

Untuk zona 2 adalah Jabodetabek. Sementara untuk zona 3 adalah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya.

"Besaran tarif nett untuk Zona I batas bawah Rp 1.850 dan batas atas Rp 2.300, dengan biaya jasa minimal Rp7.000-Rp10.000. Sementara Zona II batas bawah Rp2.000 dengan batas atas Rp2.500, dan biaya jasa minimal Rp8.000-Rp10.000. Untuk Zona III batas bawah Rp2.100 dan batas atas Rp2.600 dengan biaya jasa minimal Rp7.000- Rp10.000," jelasnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi. (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Penetapan biaya jasa batas bawah, batas atas, maupun biaya jasa minimal ini merupakan biaya jasa yang telah mendapatkan potongan biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi.

Biaya tidak langsung, kata Budi, adalah biaya jasa yang ada di dalam pihak aplikator sebanyak maksimal 20 persen yang kemudian yang 80 persen adalah menjadi hak pengemudi.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved