KPAI Minta Hentikan Ekspolitasi Anak di Kegiatan Politik Seperti Kampanye Pilpres

"Kami bersepakat anak tidak boleh disalahgunakan dalam politik, SARA maupun bully, dan lainnya. Anak harus diamankan tumbuh kembangnya,"

KPAI Minta Hentikan Ekspolitasi Anak di Kegiatan Politik Seperti Kampanye Pilpres
Istimewa
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) 

Keterlibatan anak saat kampanye politik kerap kali menjadi persoalan tersendiri di kalangan masyarakat. Apalagi mereka menjadikan anak-anak pelaku politik uang.

Atas hal itu Komisioner Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Ai Maryati Solihah melihatnya adanya potensi terjadi pelibatan anak sebagai objek diskriminatif seperti digunduli, dikasih cat ataupun disuruh untuk memasang atribut.

Belum lagi, anak-anak yang belum memilih dipalsukan datanya dalam Daftar Pemilih Tetap dan dijadikan pemilih untuk memenuhi kepentingan politik pasangan tertentu.

"Ini kan ada langkah-langkah diluar ranah KPAI tetapi kemudian menjadi persoalan anak Indonesia, yang harus kami suarakan untuk dilakukan bagaimana cara-cara kedepannya," kata Ai, di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).

VIDEO: UNBK di SMKN 27 Jakarta Pusat, Siswa Berkebutuhan Khusus Tidak Diwajibkan Ikut

Untuk itu, lanjut dia, KPAI sedang intensif melakukan pemantauan potensi terjadinya pelibatan anak-anak jelang Pemilu 2019. Sehingga tak terlibat kampanye praktis pasangan calon dan jauh dari isu SARA, dan hoaks.

"Sampai saat ini kita pantau karena hal ini sangat serius yang muncul belakang inilah yang yang sifatnya hoax itu yaitu adanya informasi yang sesat atau ada bully," tuturnya.

Sementara terkait, banyaknya viral di media sosial dugaan eksploitasi anak dalam ranah politik. Ai menekankan sedang berupaya mengkoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar melakukan terobosan di setiap satuan pendidikan agar mencegah anak tidak terlibat politik praktis.

VIDEO: Joko Driyono Ditahan Satgas Anti Mafia Bola Terkait Perusakan Barang Bukti Pengaturan Skor

"Dengan pendidikan sebetulnya yang kita dorong setiap satuan pendidikan seperti sekolah, pondok pensantren, dan madrasah itu harus, memiliki kesamaan visi tidak posisikan anak-anak menjadi orang yang dipolitisasi. Kami akan koordinasikan dengan kementerian terkait," bebernya.

Terpisah, Ketua KPAI Susanto sepakat agar di momentum hajatan lima tahunan ini bisa berlangsung penuh kesantunan tanpa ada pelibatan anak. Marwah proses Pilpres 2019 harus di jaga dengan baik dengan tidak menyalahgunakan anak dalan kegiatan politik.

"Kami bersepakat anak tidak boleh disalahgunakan dalam politik, SARA maupun bully, dan lainnya. Anak harus diamankan tumbuh kembangnya," ungkap Susanto.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved