Kejahatan Mobil Rental

Berbekal KTP Alamat Palsu, Sindikat Ini Gelapkan Puluhan Mobil Rental Dijual ke Jateng dan Jatim

Berbekal KTP Alamat Palsu, Sindikat Ini Gelapkan Puluhan Mobil Rental Dijual ke Jateng dan Jatim

Penulis: Feryanto Hadi | Editor:
Warta Kota/Feryanto Hadi
Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Benny Alamsyah menerangkan pihaknya mengungkap jaringan penggelapan mobil dengan menyasar usaha rental menggunakan KTP dengan alamat palsu. Penjelasan disampaikan di di Mapolsektro Kebayoran Baru, Senin (25/3/2019). 

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Benny Alamsyah menerangkan pihaknya mengungkap jaringan penggelapan mobil dengan menyasar usaha rental.

Para pelaku sebelumnya cukup sulit dilacak karena mereka menjual mobil di luar Jakarta.

"Ada empat pelaku yang diamankan, pelaku utamanya perempuan berinisial NV (30) saat ini masih buron," kata AKBP Benny saat merilis pengungkapan jaringan ini di Mapolsektro Kebayoran Baru, Senin (25/3/2019).

NV bertindak sebagai orang yang menyewa mobil ke rental menggunakan KTP dengan alamat sebuah kos-kosan.

AKBP Benny menyebut, NV telah menyewa sejumlah mobil namun mobil tak pernah kembali saat batas waktu sewa habis.

"Saat jangka waktu sewa habis, mobil tak kembali. Nomor telepon NV tidak aktif. Pelaku juga sudah tak lagi tinggal di rumah kos itu. Boleh dibilang dia menggunakan alamat palsu dalam KTP itu karena dia tak pernah di sana," kata AKBP Benny.

Usai mendapat laporan korban, polisi mengusut kasus ini. AKBP Benny menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan, mobil-mobil milik rental tersebut sudah berada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Benny Alamsyah menerangkan pihaknya mengungkap jaringan penggelapan mobil dengan menyasar usaha rental menggunakan KTP dengan alamat palsu. Penjelasan disampaikan di di Mapolsektro Kebayoran Baru, Senin (25/3/2019).
Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Benny Alamsyah menerangkan pihaknya mengungkap jaringan penggelapan mobil dengan menyasar usaha rental menggunakan KTP dengan alamat palsu. Penjelasan disampaikan di di Mapolsektro Kebayoran Baru, Senin (25/3/2019). (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Kanit Reskrim Kompol Wahyu Sosiawan menambahkan, pihaknya akhirnya bisa melacak jaringan ini. Salah satu anggota jaringan, AR (30), ditangkap di sekitar terminal Kampung Rambutan.

"Dari hasil pengakuan dia, mobil berada di daerah Kendal dan Temanggung. Sebagian lagi di Jawa Timur," ujar Kompol Wahyu.

Kompol Wahyu memimpin personilnya untuk melacak keberadaan komplotan lainnya. Tetapi, masalah menjadi cukup pelik karena mobil yang digelapkan telah berpindah tangan beberapa kali dan berpindah-pindah kota.

"Ada satu mobil yang sudah berpindah tangan sampai lima kali. Awalnya dijual dengan sistem gadai. Tapi kemudian karena tidak ditebus lalu dijual lepas hanya dengan STNK saja," ungkapnya.

Kompol Wahyu mengaku pihaknya harus bekerja keras untuk menemukan mobil-mobil lainnya yang telah dijual atau digadaikan oleh komplotan ini.

Dari tiga pelaku lainnya, SPJ (55), SPT (WG) dan MHK (63), polisi berhasil menyita lima mobil berbagai merek hasil penggelapan.

"Kami temukan lima kendaraan dan kami sita. Dari pengakuan, mereka sudah menggelapkan sebanyak 13 mobil. Sisanya masih kami cari, sebagian sudah terdeteksi berada di Jawa Timur," ungkapnya.

Polisi saat ini masih mengejar NV yang berstatus DPO. Para pelaku lain dikenakan pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved