Breaking News:

Ujian Nasional Berbasis Komputer

7.438 Pelajar SMK Jakarta Pusat Ikuti UNBK Pada Hari Pertama, Ini Pesan Kasudin Pendidikan

Sebanyak 7.438 pelajar SMK di 58 sekolahan di Jakpus mengikuti UNBK pada hari pertama, Senin (25/3/2019).

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Kasudin Pendidikan I Jakarta Pusat, Slamet. 

Sebanyak 58 SMK di Jakarta Pusat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari ini, Senin (25/3).

Jumlah siswa ikut UNBK di 58 SMK di Jakarta Pusat adalah 7.438 orang.

Kasudin Pendidikan I Jakarta Pusat Slamet, mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di wilayah Jakarta Pusat.

Persiapan itu terbagi menjadi dua hal yakni persiapan alat, komputer dan jaringan internet serta persiapan non fisik yaitu mental anak-anak.

"Jadi sebelum jauh-jauh hari pelaksaan UNBK ini kita sudah lakukan sinkronisasi, kita sudah lakukan cek by hardware maupun software ataupun infrastruktur lainnya, dan itu sudah kita nyatakan siap secara keseluruhan," kata Slamet, Senin (25/3/2019).

Terkait kesiapan mental anak peserta didik yang akan melaksanakan UNBK, pihaknya mengaku telah memberikan motivasi dan arahan.

Di samping itu, sekolah juga memberikan dukungan kepada peserta didik.

Dengan demikian, saat menjalankan ujian pada hari pertama, para siswa itu tidak terbebani dengan kondisi mental.

"Secara akademis kami juga himbau agar anak belajar karena ini merupaka action terakhir setelah 3 tahun Mereka sekolah," kata Slamet.

"Secara mental kita juga berikan bahwa ujian ini sesuatu hal yang mekanismenya seperti itu, jadi jangan dianggap sesuatu yang momok sehingga menjadi stres," tambahnya.

Menurut Slamet pihaknya juga berkerja sama dengan beberapa pihak untuk mengantisipasi jika terjadi pemadaman listrik, salah satunya berkoordinasi dengan Dinas Penerangan Energi untuk menyediakan genset.

"Kita sudah bersurat kepada PLN mohon kiranya selama UNBK tidak ada pemadaman, misalnya secara teknis ada saya minta sorenya jafi bergilir, tapi kita juga tidak hanya berkoordinasi dengan PLN tapi juga Dinas Penerangan Energi, kita juga minta bantuan setiap gensetnya. Jadi kalo ada jaringan sekolah padam, maka dinas PE akan backup," ucapnya. (JOS).

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved