Seni Budaya

Program Mozaik Budaya Pentas Cupak Gerantang Sajikan Drama Teatrikal Khas NTB di TMII

Program Mozaik Budaya Pentas Cupak Gerantang Sajikan Drama Teatrikal Khas NTB di TMII Jakarta Timur.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyajikan pentas kesenian teatrikal khas Nusa Tenggara Barat, Cupak Gerantang. Sajian kesenian rakyat yang dikemas dengan tarian dan drama ini mendapatkan antusias dari masyarakat di Panggung Candi Bentar, Sabtu (23/3/2019) malam. 

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyajikan pentas kesenian teatrikal khas Nusa Tenggara Barat, Cupak Gerantang.

Sajian kesenian rakyat yang dikemas dengan tarian dan drama ini mendapatkan antusias dari masyarakat di Panggung Candi Bentar, Sabtu (23/3/2019) malam.

Cupak Gerantang menceritakan kisah heroik yang diselingi dengan adegan-adegan penuh rumor. Penggambaran tokoh sifat jahat, malas, dan dengki yang terdapat dalam perwatakan tokoh Cupak. Sedangkan sifat-sifat jujur, ksatria, gagah, dan tampan merupakan tokor Gerantang.

Sang kakak Cupak seringkali mencurangi bahkan dalam salah satu lakon berusaha membunuh sang adik Gerantang. Namun Gerantang adalah seorang yang pemaaf dan tak pernah menyimpan dendam pada kakaknya.

Hubungan di antara keduanya memang dimaksudkan untuk menggambarkan dua sifat pada manusia,baik dan buruk, yang terus mengalami pertentangan. Namun sebagai cerita rakyat yang mendidik, lakon ini selalu diakhiri dengan menangnya sifat baik yang ada dalam diri manusia.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyajikan pentas kesenian teatrikal khas Nusa Tenggara Barat, Cupak Gerantang. Sajian kesenian rakyat yang dikemas dengan tarian dan drama ini mendapatkan antusias dari masyarakat di Panggung Candi Bentar, Sabtu (23/3/2019) malam.
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyajikan pentas kesenian teatrikal khas Nusa Tenggara Barat, Cupak Gerantang. Sajian kesenian rakyat yang dikemas dengan tarian dan drama ini mendapatkan antusias dari masyarakat di Panggung Candi Bentar, Sabtu (23/3/2019) malam. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Kesenian teater topeng Cupak Gerantang ini biasa dijumpai di Mataram, Labuh Api, Bayan, Gangga, Lenek, dan sekitarnya.

Seorang masyarakat bernama Hendra (35) mengatakan kesenian teatrikal khas budaya Indonesia harus terus diperkenalkan agar kelak nantinya bisa mendunia seperti kesenian opera yang terkenal di negara-negara Eropa.

"Dunia luar harus tahu kalau kita pun juga punya kesenian serupa opera. Kesenian seperti ini harus terus di perkenalkan agar diminati oleh masyarakat," ungkap Hendra di lokasi.

Sementara itu, Manager Budaya TMII, Ertis Yulia mengatakan bahwa kegiatan seperti ini memang sudah menjadi kegiatan TMII, selaku tempat wisata yang menyuguhkan budaya yang beraneka ragam.

"Ini bahwa program untuk mewadahi dari binaan yang ada di TMII. Dan kebetulan ini yang berkesempatan tampil adalah anjungan NTB," kata Ertis.

Selain itu dikatakan Ertis, kegiatan Mozaik Budaya ini selalu berganti daerah setiap sebulan sekali. Sehingga hal ini akan memberikan kesempatan kepada hasil pelatihan yang dilakukan di Anjungan TMII.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyajikan pentas kesenian teatrikal khas Nusa Tenggara Barat, Cupak Gerantang. Sajian kesenian rakyat yang dikemas dengan tarian dan drama ini mendapatkan antusias dari masyarakat di Panggung Candi Bentar, Sabtu (23/3/2019) malam.
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyajikan pentas kesenian teatrikal khas Nusa Tenggara Barat, Cupak Gerantang. Sajian kesenian rakyat yang dikemas dengan tarian dan drama ini mendapatkan antusias dari masyarakat di Panggung Candi Bentar, Sabtu (23/3/2019) malam. (Warta Kota/Rangga Baskoro)
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved